Film Hantu Sei Ladi, Ajang Kreatif Film Anak Bangsa
Oleh : Suci Rahmadani
Jumat | 13-10-2017 | 16:26 WIB
pemeran-hantu-sei-ladi.gif
Pemeran flim Hantu Sei Ladi (Foto: Suci Rahmadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Film Hantu Sei Ladi sudah bisa ditonton masyarakat Batam pada Kamis 12 Oktober kemarin. Film berdurasi kurang lebih 90 menit ini juga telah melakukan gala premier di Blitz Kepri Mall pada Rabu (11/10/2017) lalu.

Saat gala premier, tamu undangan sudah mulai memadati blitz theater Kepri Mall. Acara ini juga dihadiri oleh kepala seksi ekonomi kreatif Batam, Anggota DPRD Kota Batam serta para kru dan pemainnya.

"Kita sudah berusaha untuk membuat karya film dan proses yang cukup rumit. Jika ada kritisi akan kami terima agar perfilman bisa berkembang," ungkap Tatok Wahyu, selaku pemeran Pak Halim di film Hantu Sei Ladi, Jum'at (13/10/2017).

Pemeran utama Hantu Sei Ladi yaitu Rosalina Musa atau akrab disapa Kak Ros ini juga hadir dalam gala premier tersebut. Baginya dalam semua scene yang dimainkan adalah saat menangis, baginya hal itu sangat menguras emosi dan tenaga karena ia bisa menangis seharian. Terutama di sini merasa harunya karena memiliki dua orang anak.

"Saya belajar langsung dari SLB selama dua hari. Agar sama kayak yang diperankan," ungkap Keisha yang juga salah satu dari pemain.

Hantu Sei Ladi ini juga akan ditayangkan secara Nasional dan juga tengah diusahakan agar filmnya juga bisa diputar di Singapura dan Malaysia. Tidak hanya Kak Ros dari Malaysia yang ikut bermain, tetapi ada pula artis dari Malaysia yang ikut berperan dalam film Hantu Sei Ladi yaitu Ruslan, yang di Malaysia tidak hanya sebagai aktor tetapi juga sebagai penyanyi dan komedian.



"Saya senang bisa bekerja sama dengan Indonesia untuk film ini. Semoga film ini bisa masuk ke Malaysia karena orang Indonesia banyak juga di Malaysia jadi mereka bisa terhibur dan bangga dengan adanya film ini," ujar Ruslan.

Ibonk selaku sutradara dari Film ini menargetkan jumlah penonton untuk Batam adalah seratus ribu penonton dan Nasional hingga satu juta penonton. Dan adanya film ini juga bukan untuk menakuti warga Batam tetapi akan ada nilai positif yang bisa diambil di dalamnya.

"Saya rasa industri film di Batam mulai bangkit, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak hanya fokus terhadap budaya pariwasata tetapi juga ekonomi kreatif. Film Hantu Sel Ladi ini mengangkat kehidupan keseharian di Batam. Itu ciri dan berkembang di Batam. Kita dibatasi dua negara, Singapura Indonesia tetapi tidak budaya," ujar Siti Aisyah selaku Kepala seksi ekonomi kreatif berbasis media design dan iptek, Dinas Kebudayaan dan Pariwista Kota Batam.

Tanggapan masyarakat, Riani, yang gemar nonton film horor ini menyaksikan film tersebut bersama teman-temannya. Namun, ada penasaran di wajahnya karena ending film Hantu Sei Ladi sangat menggantung dan ia penasaran untuk menasaran lanjutan ceritanya.

"Setelah menonton film-filmnya lumayan keren. Salut buat pemain baru di film. Tapi di ending ada bagian film yg menggantung bagi saya, moga ada lanjutan ceritanya," pungkasnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI