Gegara Tanam Pisang, Rumah Warga Sagulung Ini Digeruduk Massa
Oleh : Yosri Nofriadi
Kamis | 12-10-2017 | 14:38 WIB
Rumah-kontrakan1.gif
Musriyati Lestariza dan anaknya yang merasa resah dengan tindakan massa. (Foto: Yosri)

BATAMTODAY.COM, Batam - Musriyati Lestariza (38) warga Perumahan Griya Sagulung Permai Blok A nomor 19 RT01/RW02 Kelurahan Sagulung Kota merasa takut lantaran diintimidasi oleh sekelompok orang di perumahan tersebut selama beberapa pekan terakhir ini.

Musriyati yang tinggal bersama empat anaknya yang masih kecil itu mengaku, sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Sagulung, namun laporan itu ditolak dengan alasan tidak ada unsur pidana.

Ia mengisahkan, pada Sabtu (7/10/2017) malam lalu, rumahnya didatangi oleh sekelompok orang. Puluhan orang itu langsung mengamuk dan memotong semua tumbuhan pisang yang berada di halaman rumah kontrakannya itu. Sekelompok massa itu datang atas sepegetahuan perangkat RT/RW setempat yang tidak terima dengan adanya pohon pisang di halaman rumahnya.

"Mereka datang jam 12 malam mereka ngamuk-ngamuk dan potong semua tanaman pisang di halaman rumah saya ini," ujar Musriyati kepada wartawan, Rabu (12/9/2017).

Musriyati mengaku tidak terlalu mempersalahkan jika tanaman pisang itu dipotong untuk keindahan komplek perumahan, namun yang membuat dia kecewa kenapa harus mengerahkan massa dan tengah malam hanya untuk menebang tanaman pisang tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Kenapa hanya tanaman pisang saya yang di tebang sementara rumah yang lain dibiarkan," ujarnya lagi.

Selain itu, yang membuat Musriyati membuat laporan kepolisian adalah karena sikap warga di sekitar yang sepertinya tidak terima dia megontrak di perumahan tersebut. Dia mengaku sepertinya ditekan setiap hari dalam berbagai hal.

"Waktu saya bakar sampah tidak boleh dan langsung didatangi. Sementara yang lain boleh saja sesuka hatinya," ujarnya lagi.

Merasa terancam Musriyati mengaku kepolisian Polsek Sagulung namun aduan itu dianggap sepele oleh pihak kepolisian Sagulung. "Saya melapor kata polisi itu hanya masalah sepele tak perlu dipermasalahkan. Tapi saya dan anak-anak resah selalu diintimidasi oleh warga di sini," ujarnya lagi.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Bonar Hutapea mengatakan, tidak pernah menolak laporan dari warga. Namun laporan dari Musriyati itu pihaknya berupa diselesaikan dengan secara kekeluargaan.

"Laporannya sudah kami terima. Yang melaporkan dan perangkat RT /RW sudah kami panggil. Selama bisa diselesaikan kami beri waktu untuk mediasi secara kekeluargaan," ujar Bonar.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI