Truk Pengakut Tanah dan Pasir Tanpa Penutup Lalu Lalang di Batuaji
Oleh : Yosri Nofriadi
Kamis | 12-10-2017 | 11:50 WIB
truk1.jpg
Inilah truk pengangkut tanah tanpa dilengkapi penutup bak lalau lalang di jalan utama daerah Batuaji. (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kendaraan proyek yang mengangkut tanah atau pasir belum mengindahkan instruksi pihak kepolisian untuk menutupi bak muatan saat melintas di jalan raya. Imbasnya jalan jadi kotor dan berdebuh sehingga membahayakan pengendara lain.

Situasi seperti itu dikeluhkan pengguna Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji. Setiap saat jalan itu dilalui oleh truk-truk pengangkut tanah yang tidak menutupi bak muatan dengan terpal atau alat penutup lainnya.

Imbasnya jalan tersebut kotor penuh tanah. Jika hujan jalanan jadi licin begitu juga saat panas jalanan jadi berdebu.

"Setiap hari kondisinya memang seperti ini. Kalau panas penuh debu, kalau hujan licin karena jalan becek dan berlumpur," ujar Rudi, pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, Kamis (12/10/2017).

Padatnya aktivitas truk tanah di sepanjang jalan itu diakui warga karena memang di sekitar lokasi galangan kapal itu sedang marak kegiatan cut and fill. Banyak bukit yang dipotong untuk kepentingan reklamasi pantai di sekitar Marina.

Kendaraan proyek yang mengangkut tanah rutin melintasi jalan utama untuk mengantar tanah ke lokasi lahan yang direklamasi.

Salah satunya adalah aktivitas pemotongan bukit di samping PT ASL Tanjunguncang. Material tanah yang dari lokasi perbukitan itu dibawa dengan truk tanah melalui jalan utama ke arah Marina.
Truk-truk yang hilir mudik mengangkut tanah tak menutupi bak muatan dengan terpal.

Kondisi tersebut sangat disayangkan oleh pengguna jalan di sana. Mereka berharap agar aparat kepolisian turun menertibkan aktivitas truk tanah yang melintasi jalan utama tanpa menutup bak muatan mereka.

"Bagaimanapun imbas dari kegiatan truk membuat jalan jadi kotor dan berdebu," ujarnya.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI