Polsek Sagulung akan Gelar Perkara Kematian Pekerja di PT USJ
Oleh : Yosri Nofriadi
Rabu | 11-10-2017 | 16:38 WIB
PT-Usda-Seroja-Jaya,-Sagulung.gif
Salah satu pekerja yang baru ke luar dari PT Usda Seroja Jaya, Sagulung (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Polsek Sagulung masih terus mendalami kasus kematian Fransiskus Nara (50) yang tewas saat bekerja di PT Usda Seroja Jaya, Sagulung, Jumat (6/10/2017) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Bonar Hutapea, mengatakan akan segera melakukan gelar perkara agar penyebab pasti kematian warga Kampung Bintang Industri, Tanjunguncang itu bisa terungkap.

Untuk mengungkap kasus kematian korban, pihaknya sudah melalui beberapa tahap penyelidikan. Mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dari pekerja lain sampai pada pemanggilan pihak manajemen perusahaan.

"Kita belum mendapat petunjuk pasti terkait penyebab kematian korban. Tak ada saksi yang melihat pasti kejadian itu. Kami akan gelar perkara biar tahu kejadian yang sebenarnya," ujar Bonar, Rabu (11/9/2017)

Saat ini polisi memang belum bisa menyimpulkan apakah kematian korban karena ada unsur kelalaian atau bukan. Namun dari informasi yang diterima di lapangan, diduga kuat memang kematian korban karena kelalaian pihak perusahaan yang tidak maksimal mengawasi para pekerja.

Ini berdasarkan keterangan beberapa pekerja, kematian korban itu akibat tumpahan pasir blasting saat korban sedang blasting di lokasi perusahaan itu. Korban yang tidak mengenakan alat penutup hidung dan mencoba lari ke luar menghindari pasir blasting tersebut

Namun nahas, saat berlarian itulah korban diduga menabrak besi-besi kapal lainnya. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji namun nyawanya tak tertolong.

Pihak keluarga berharap polisi bisa mengungkap kejadian yang sesungguhnya. "Biar tau bagaimana kejadian yang sesungguhnya," ujar Dion salah satu keluarga korban.

Editor: Udin


BNN-KEPRI