Pemilik Acuh dan Memilih Bungkam

Bocah Empat Tahun Pingsan Tersengat Listrik di SPBU Tanjunguban
Oleh : Harjo
Selasa | 10-10-2017 | 19:02 WIB
SPBU-milik-Subrata.gif
Halte di SPBU Tanjunguban ini nyaris memakan korban jiwa karena tersengat listrik (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Diduga karena adanya kabel listrik yang bocor di halte SPBU Tanjunguban, nyaris memakan korban jiwa. Saddam Maulana (4) sempat menjadi korban sengatan listrik itu dan bahkan korban sempat pingsan, sehingga bocah ini dilarikan ke rumah sakit (RS) terdekat, Sabtu ( 8/10/2017) lalu.

Kejadian nahas yang dialami oleh bocah yang baru berusia 4 tahun yang merupakan warga kecamatan Serikuala Lobam ini terjadi saat sedang bermain sambil menunggu orang tuanya sedang antre mengisi bensin di SPBU Tanjunguban, milik Subrata alias Acoi.

Yanti, salah seorang warga yang melihat kejadian tersebut, awalnya melihat seorang ibu yang mengendong anaknya dalam kondisi tidak sadarkan diri. Namun setelah bertanya kepada warga lainnya, ternyata anak yang digendong tersebut tersengat listrik saat memegang besi di halte SPBU Tanjunguban.

"Kita cuma berharap, agar semua warga yang biasa mengisi BBM di SPBU tersebut untuk lebih hati-hati. Mengingat safety di halte SPBU tersebut masih kurang aman dan sudah ada korbannya. Masih beruntung, korban hanya pingsan dan nyawanya masih tertolong," katanya melalui pesan yang disampai ke akun FBnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Bayun warga lainnya. Menurutnya, kejadian serupa justru bukan untuk pertama kalinya. Sebab sebelumnya juga sudah ada kejadian serupa, bahkan anaknya sendiri yang menjadi korban sengatan listrik di halte tersebut.

"Anak saya sendiri sudah mengalami kesetrum di tempat yang sama. Semoga pihak pemilik SPBU Tanjunguban, bisa lebih peduli agar tidak sampai memakan korban jiwa," imbuhnya.

Sementara itu, Subrata alias Acoi selaku pemilik SPBU Tanjunguban yang berkali-kali dikonfirmasi terkait kejadian hingga menyebabkan korban pingsan karena tersengat listrik di SPBU miliknya, hingga berita ini diunggah belum memberikan jawaban secara resmi.

Editor: Udin


BNN-KEPRI