Jokowi Temui Para Ulama Se-Madura di Sumenep

Presiden Jokowi Jadi Keluarga Kehormatan Ponpes Al-Amien Sumenep Madura
Oleh : Redaksi
Senin | 09-10-2017 | 08:12 WIB
jokowi_di_al_amien.jpg
Presiden Joko Widodo duduk bersila saat menghadiri Halaqah Kebangsaan bersama ulama pengasuh dan santri berprestasi se-Madura di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. (Foto: Youneral '91)

BATAMTODAY.COM, Sumenep – Gubernur Jawa Timur Dr H. Soekarwo mendampingi Presiden RI Ir. H Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Halaqah Kebangsaan bersama ulama pengasuh dan santri berprestasi se-Madura di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan Sumenep, Minggu (8/10/2017) siang.

Bersama Presiden Jokowi, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim, Soekarwo bersilatuhmi dengan para kiai, ulama, tokoh agama dan masyarakat sekaligus dengan ribuan santri. Keduanya disambut antusias oleh santri dan masyarakat yang memadati area sekitar ponpes.

Sebelum menghadiri halaqah, Presiden Jokowi dan Pakde Karwo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Dalam sambutannya, Pakde Karwo mengapresiasi kunjungan Presiden Jokowi ke Jatim khususnya bersilaturahmi dengan ulama dan para santri.

"Penuh syukur dan bangga atas kunjungan Bapak Presiden. Ini sebagai bentuk uswatun hasanah. Kita dapat bertemu Presiden dengan umaroh dan ulama," ujarnya.

Dihadapan Presiden Jokowi, Pakde Karwo menyampaikan kondisi dinayah salafiyah masih belum ada yang membiayai. Padahal ada 1.070.000 siswa diniyah salafiyah dengan kondisi 60 persen paralel dengan sekolah umum. Sedangkan 40 persennya masih belum paralel dengan sekolah umum. "Inilah yang perlu bantuan bapak Presiden," imbuhnya.

Negara besar yang harus dituntut kompak dihadapan kiai dan santri. Presiden mengingatkan bahwa negara Indonesia merupakan negara besar yang memiliki jumlah muslim terbesar di dunia.

Indonesia memiliki 258 juta penduduk. “Dalam setiap kesempatan di Internasional selalu disampaikan mengenai kondisi Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia,” ujarnya.

Indonesia, lanjut Presiden juga memiliki 17.000 Pulau yang tersebar di 34 propinsi, 516 kabupaten kota. Sedangkan di Sumenep saja terdapat 126 pulau.

Indonesia juga memiliki 714 suku yang berbeda ditambah dengan 1.100 bahasa lokal yang berbeda. Dengan jumlah penduduk dan wilayah yang majemuk dan beragam tersebut, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk terus menjaga kerukunan, kebersamaan dan kekompak.

"Jangan sampai ada yang besar gara-gara gesekan kecil. Hati-hati dengan media sosial. Di situ banyak isu, hoax atau berita bohong, jangan segera dipercaya kalau terlalu percaya maka dengan mudah diadu domba" tegasnya.

Presiden Jokowi menjelaskan ada 500 santri berprestasi akan diberikan beasiswa tetapi harus diseleksi. Ini dilakukan karena yang ingin dituju adalah perguruan tinggi terbaik se-Madura.

Menurutnya, dengan sumber daya manusia yang baik maka anak-anak kita menjadi hebat. Negara Indonesia juga menjadi hebat, makmur dan sejahtera. “Kita mempunyai sumber daya alam tapi jika sumber daya manusia tidak diperbaiki akan kalah bersaing dengan negara lain,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr KH. Ahmad Fauzi Tidjani MA mengatakan, kegiatan halaqah kebangsaan dihadiri sebanyak 7.342 santri, 1.024 guru, 1.000 undangan dan santri-santri berprestasi baik akademik dan non akademik, 500 penghafal qur’an.

KH. Ahmad Fauzi menyampaikan ponpes yang akan berusia 65 tahun ini sudah wakaf, yakni tanahnya telah diwakafkan untuk umat. “Milik semua umat untuk mengembangkan dakwah,” ujarnya.

Dan, Presiden RI dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan Sumenep. Presiden Jokowi juga diberi penghargaan oleh pemilik pondok pesantren sebagai bentuk apresiasi Al-Amien kepada orang nomor satu di Indonesia yang untuk kali pertama berkunjung ke ponpes ini.

Sumber: Radaronline
Editor: Dardani


BNN-KEPRI