Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan
Oleh : Redaksi
Sabtu | 07-10-2017 | 10:39 WIB
motor-dan-hujan.jpg
Ilustrasi berkendara saat musim hujan. (surabayamagazine.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Memasuki musim hujan, pengendara tidak melulu harus fokus kepada teknik mengemudi. Agar tetap aman ada baiknya si pemilik juga melakukan pengecekan kendaraan, sehingga tetap aman selama berkendara saat hujan.

External Affairs and Communications Director General Motors (GM) Indonesia Yuniadi Haksono Hartono, mengatakan berkendara saat musim hujan memerlukan perhatian khusus, guna persiapan melalui jalan licin dan banjir.

"Pertama, melakukan standar check-up pada kendaraan Anda, termasuk wipers, tekanan ban, oli, mesin, baterai dan lampu," kata Yuniadi, seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Kemudian, kata dia, saat ingin berkendara dalam jarak yang cukup jauh, pastikan tangki bahan bakar dalam kondisi penuh. Selain juga, rencanakan rute perjalanan sebaik mungkin, terlebih pengemudi jarang melalui atau bahkan belum pernah menempuh jalur tersebut sebelumnya.

"Perasaan tersesat akan menimbulkan kebingungan dan menganggu konsentrasi. Apalagi, potensi cuaca dan jarak pandang yang buruk membutuhkan kemampuan mengemudi ekstra hati-hati," ujarnya.

Lalu, ia sangat menyarankan pengemudi menggunakan gigi rendah ketika melewati jalur menanjak atau turunan curam yang licin. Menggunakan gigi rendah, dapat memudahkan mesin untuk mengerem sebelum mencapai tikungan.

"Itu membantu Anda mengontrol kecepatan kendaraan, serta membuat rem kendaraan bertahan lebih lama," kata dia.

Ia juga meminta pemilik kendaraan memastikan kendaraan pada kondisi baik, terutama pada bagian mesin. Sementara, bila melalui kontur berbukit mobil dengan torsi besar dapat lebih andal menaklukan medan tersebut.

"Jangan lupa latih kesabaran. Walau saat ini bukan puncak musim liburan, pengemudi harus dapat mengantisipasi terjadinya macet. Hindari menyusul kendaraan lain ketika tidak bisa melihat jalanan di depan Anda, seperti pada tikungan, jembatan, bukit, dan lereng gunung," pungkasnya.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Gokli


BNN-KEPRI