Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Calon Pimpinan KPK

Demokrat Dukung Bambang dan Yunus
Oleh : Surya
Senin | 28-11-2011 | 13:30 WIB
Saan-Mustofa-demokrat.jpg Honda-Batam

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa

JAKARTA, batamtoday - Sekretaris F-PD Saan Mustopa  mengatakan, fraksinya akan mempertimbangkan pemeringkatan yang telah dibuat oleh pansel capim KPK. Hal ini menurutnya sebagai pertimbangan tambahan dari kriteria Fraksi Partai Demokrat (F-PD) untuk memilih yang terbaik dari semua aspek dan juga sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil kerja pansel.

“Kami tentunya akan memilih yang terbaik didasarkan pada pendekatan objektivitas.Kriteria yang terbaik tentunya dari semua aspek,integritas,kemampuan. Peringkat tetap kita pertimbangkan karena semua punya peluang yang sama dan tentunya pemeringkatan pansel juga akan kami pertimbangkan sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil kerja pansel,” kata Saan di Jakarta, Senin (28/11/2011)

Saat menambahkan meskipun semua calon pimpinan KPK yang akan mulai di fit and propers test hari ini memiliki peluang yang sama, namun fraksi-fraksi di DPR sudah mengantongi dua nama yang bisa dipastikan lolos dalam pemilihan anggota KPK yang baru. Kedua nama itu adalah Bambang Widjananto dan Yunus Husein.
 
Dari nama itu Bambang dan Yunus, saya rasa akan dipilih untuk menjadi pimpinan KPK berikutnya karena memang mereka layak. Tidak hanya untuk demokrat, tapi saya rasa juga fraksi lain maupun publik sependapat,” jelasnya.
 
Ditanyakan apakah ada loby-loby politik yang dilakukan oleh fraksi-fraksi di DPR mengingat ada isu yang berkembang mengenai dukungan Golkar utamanya terhadap Bambang Widjajanto karena dianggap bisa mengamankan kasus pajak maupun Lapindo yang melibatkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Saan membantahnya termasuk mungkin tekanan yang dilakukan fraksinya untuk mengingjak Nazaruddin.
 
“Saya rasa tidak ada pesanan dari fraksi Golkar maupun fraksi kami sendiri. Kami tidak punya permintaan khusus apalagi mengenai Nazaruddin. Kami hanya meminta agar KPK bisa dipimpin oleh orang-orang yang bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPK dan bisa menjadi lembaga pemberantas korupsi yang professional,” tegasnya.
 
Mengenai posisi Busyro Muqodas sendiri, Saan mengatakan bahwa dirinya tidak perlu lagi mengikuti fit and proper test, namun untuk posisi ketua harus ada kocok ulang yang artinya posisi Busyro saat ini bisa terus menjadi ketua KPK atau wakilnya. "Soal ketua kita belum tentukan. Tapi tetap kocok ulang. Jadi, Busyro tidak positif jadi ketua," kata Saan lagi.