Solusi Terbaik Atasi Kemacetan
Oleh : Redaksi
Senin | 25-09-2017 | 09:02 WIB
ilustrasi-macet.jpg
Ilustrasi jalanan macet total. (Foto: Ist)

Oleh Didu Prasetyo

BAGI warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi atau bahkan sudah jenuh dengan kemacetan yang terjadi di Jakarta. Pernah tidak warga Jakarta atau bahkan pembaca sendiri merasakan situasi kemacetan di jalanan Jakarta?

Tentu kejadian yang sangat membosankan dan bisa membuat kita kesal bukan? Bahkan, karena jalanan yang macet tidak jarang kita terlambat untuk masuk kantor, terlambat mengikuti sebuah event atau kegiatan, malas keluar rumah untuk liburan dengan keluarga pada saat weekend karena jalanan yang ramai atau perjalanan dengan jarak yang dekat memakan waktu yang sangat lama.

Kemacetan di Jakarta disebabkan oleh banyaknya kendaraan pribadi yang ada di jalanan Jakarta, khususnya sepeda motor. Kesadaran tertib lalu lintas khususnya bagi pengendara sepeda motor juga masih rendah.

Selain menerobos trotoar, melawan arus pada saat kemacetan, menyeberang melalui Jembatan Penyeberangan Orang dan parkir di trotoar atau bahu jalan menjadi tindakan yang dianggap wajar.

Apakah anda pernah melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut? Atau bahkan anda lakukan setiap hari? Saya harap pembaca tidak salah satu dari pelakunya. Aparat kepolisian tentu harus tegas terhadap pelaku yang melanggar, karena beberapa pelanggaran di atas merupakan penyebab kemacetan di Jakarta.

Selain jumlah kendaraan yang sangat tinggi, kemacetan di Jakarta juga disebabkan oleh pertumbuhan jalan yang tidak sebanding dikarenakan tidak ada ruang untuk melakukan pembangunan.

Kedua adalah banyaknya pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara serentak. Ketiga, banyaknya warga dari luar kota Jakarta yang bekerja di Jakarta, sehingga jumlah pengendara meningkat signifikan pada saat jam tertentu.

Keempat, adanya budaya negatif di masyarakat bahwa menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil, dianggap lebih beradab.

Pemerintah pun akhirnya menerapkan aturan kendaraan roda dua tidak diizinkan melintas di Jalan MH Thamrin, Pemrov DKI Jakarta juga akan memberlakukan hal yang sama di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Rasuna Said.

Ruang gerak pengendara sepeda motor akan semakin sempit dan tentu harus mencari jalur lain. Pembangunan beberapa infrastruktur juga semakin memperparah kemacetan di beberapa titik di kawasan ibukota ini.

Saat ini, solusi terbaik bagi warga Jakarta adalah beralih ke trasnportasi massal yang tentunya saat ini sudah sangat berbeda. Saat ini Commuter Line sudah jauh lebih nyaman dan Transjakarta juga sudah bisa memanjakan warga Jakarta.

Selain itu, pemerintah juga sedang memprogramkan dua jenis moda transportasi yaitu MRT dan LRT yang akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga Jakarta dalam melakukan mobilisasi. Kedua transportasi ini menjadi solusi yang baik karena bisa memotong waktu mobilisasi yang cukup lama.

Pemerintah sedang berupaya maksimal untuk menyukseskan program ini agar jalanan di Jakarta tidak selalu dibanjiri oleh kendaraan dan membantu warga untuk melakukan mobilisasi dengan aman, nyaman dan tentunya lebih hemat waktu.

Peran warga Jakarta juga sangat penting dalam melakukan kampanye penggunaan transportasi massal untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dan mendorong pemerintah meningkatkan kualitas transportasi massal.

Permasalahannya, apakah warga Jakarta siap untuk beralih ke transportasi massal dan meninggalkan kendaraan pribadi? Apakah anda siap untuk perubahan itu? Seharusnya, dengan transportasi massal yang sudah cukup nyaman dan aman saat ini, warga Jakarta harus berani beralih ke transportasi massal.

Sekarang, anda tidak perlu takut lagi terlambat masuk kantor atau menghabiskan seharian waktu anda berada di jalanan.*

Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP Universitas Gajah Mada


BNN-KEPRI