Fahri Berharap Masyarakat Bengkulu Mewarisi Ruh Sukarno
Oleh : Irawan
Minggu | 17-09-2017 | 08:30 WIB
Fahri_bengkulu.gif
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu

BATAMTODAY.COM, Bengkulu - Kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI, Bidang Kesra Fahri Hamzah Selama dua hari pada, 14-15 September 2017 di Bengkulu berbicara mengenai narasi tentang demokrasi dan semangat keberanian di Bengkulu.

Selain itu Fahri Hamzah juga melakukan dialog dengan berbagai unsur pemuda serta menjadi narasumber seminar nasional dengan tema 'Masa Depan Demokrasi Indonesia' di Aula Pemprov Bengkulu, menjelang larut malam di hari pertama Fahri mengeksplorasi rumah pengasingan Bung Karno.

Pada hari kedua Fahri Hamzah menjadi Khotib dan imam di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu. Dari podium khutbah, Fahri juga mentransfer konsepsi Islam tentang demokrasi dan menumbuhkan karakter kebaikan.

Sorenya menjelang kembali ke Jakarta, giliran Fahri menyemangati para guru di Madrasah Aliyah Yayasan Darussalam agar menyemai tumbuhnya keberanian di hati para anak murid.

Dalam rilisnya Fahri mengatakan, keberanian secara khusus disuntikkan oleh Fahri Hamzah karena Bengkulu seperti berhenti bergeliat dan semua jajaran, termasuk masyarakatnya, tertunduk dengan wajah ketakutan.

Berbagai peristiwa yang terjadi belakangan di provinsi pesisir yang terkenal dengan Pantai Panjang ini memang membuat muram semua orang. Dua operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni kepada Gubernur Bengkulu dan seorang hakim di Bengkulu telah membuat geger daerah tersebut.

Tujuh hari sebelum datang ke Bengkulu, Fahri Hamzah telah menyambangi provinsi ini melalui Twitternya. Bertagar #AdaApaBengkulu-Fahri menyindir KPK yang melakukan sapu bersih OTT hakim, gubernur dan jaksa. Bengkulu mencekam dibuat KPK.

Lima hari sebelum datang ke Bengkulu, di sebuah televisi nasional, Fahri Hamzah menyerang kepemimpinan nasional yang lembek menghadapi genosida Rohingya. Ia membenturkan kesadaran publik pada sejarah keberanian Indonesia yang tangguh.

"Republik ini tidak pernah bermuka santun ketika menjumpai penganiayaan atas kemanusiaan. Dan Sukarnolah yang mengajarkan kita," kata Fahri.

Sukarno, Presiden pertama RI, empat tahun diasingkan di Bengkulu, selepas dari Ende, NTT yang jadi endemi Malaria. Terpikat pesona luar dalam Fatmawati, ibunda Presiden ke-5 Indonesia Megawati, Sukarno mengalami banyak pergulatan batin.

"Pikirannya bergelora seperti ombak lautan Hindia dari barat Bengkulu yang bergulung-gulung. Dari awal Fahri Hamzah mengatakan bahwa kunjungan kerja Bengkulu adalah Napak Tilas Bung Karno," katanya.

Romantika asmara dan romantisme perlawanan berkeliaran di Bengkulu. Dari berbagai panggung tempatnya berorasi, Fahri Hamzah terus mengingatkan Bengkulu tentang ruh Sukarno yang seharusnya diwarisi, yakni tentang keberanian dan perlawanan atas dasar kebenaran dan kemanusiaan.

Editor: Surya


BNN-KEPRI