Punya Skytrain, Kini Bandara Soetta Sejajar dengan Changi dan KLIA
Oleh : Redaksi
Sabtu | 16-09-2017 | 18:50 WIB
Skytrain-di-Bandata-Soetta.gif
Suasana shelter kereta tanpa awak atau skytrain di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (21/8/2017). Layanan skytrain direncanakan beroperasi penuh pada September 2017 mendatang.(Sumber : KOMPAS.com)

BATAMTODAY.COM, Tangerang - Mulai Minggu 17 September 2017 besok, Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dilengkapi fasilitas baru berupa layanan kereta antar terminal.

Kepastian tersebut didapat usai Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian melakukan verifikasi dan menerbitkan sertifikat tanda lulus uji coba.

Adanya layanan kereta yang dikenal dengan istilah skytrain ini di Bandara Soetta membuat bandara ini seperti Changi di Singapura dan Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) yang telah memiliki fasilitas layanan kereta antar terminal.

"Beroperasinya skytrain jelas akan meningkatkan standar pelayanan dan membuat daya saing Bandara Soekarno-Hatta meningkat untuk dapat berkompetisi dengan bandara-bandara terbaik dunia," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin pada Agustus yang lalu.

Untuk tahap awal, skytrain Bandara Soetta akan melayani rute yang menghubungkan Terminal 2 dan Terminal 3. Adanya layanan ini akan menjadi alternatif bagi penumpang yang ingin berpindah dari terminal yang satu ke terminal lainnya.

Sebelum ada skytrain, pengguna jasa di Bandara Soetta menggunakan kendaraan pribadi atau shelter saat harus berpindah terminal. Setelah pengoperasian tahap pertama, skytrain di Bandara Soetta ke depannya juga akan melayani ke Terminal 1, Integrated Building, lalu tersambung lagi ke Terminal 3.

Jarak antarkedatangan skytrain ditargetkan maksimal lima menit, dengan waktu tempuh mengelilingi seluruh terminal dan Integrated Building di bandara sekitar tujuh menit.

Skytrain di Bandara Soetta menggunakan tiga rangkaian kereta yang didatangkan dari Korea Selatan. Satu rangkaian kereta terdiri dari dua kereta dengan kapasitas angkut tiap satu rangkaian sebanyak 176 orang.

Interior skytrain yang digunakan hampir mirip dengan yang ada di bandara beberapa negara tetangga, yakni memberi ruang lebih banyak untuk berdiri.

Desain seperti itu mempertimbangkan banyaknya penumpang yang berdiri dan waktu tempuh perjalanan skytrain yang tidak terlalu lama, hanya beberapa menit untuk sampai di terminal tujuan.

Skytrain di Bandara Soetta dioperasikan tanpa masinis. Meski demikian, selama enam bulan awal beroperasi, skytrainmasih akan dikemudikan petugas dalam rangka sinkronisasi sistem.

Untuk tahap awal, layanan skytrain di Bandara Soetta baru diberlakukan pada jam-jam tertentu saja. Tepatnya pada pukul 07.00-10.00 WIB, kemudian dari pukul 13.00-14.00 WIB, serta dari pukul 17.00-19.00 WIB.

Kebijakan tiga waktu operasi yang belum 24 jam itu dilakukan untuk mengevaluasi fasilitas tersebut serta mencatat jika masih ada kekurangan yang harus dilengkapi.

"Ini akan kami terapkan sampai akhir tahun, baru bisa beroperasi secara penuh," kata Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano saat ditemui Kompas.com di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (15/9/2017).

Sumber: Kompas.com
Editor: Udin


BNN-KEPRI