Rekam dan Potret Adegan Seksual para Pramugari, Pilot Terancam Pidana dan Pemecatan
Oleh : redaksi
Sabtu | 16-09-2017 | 17:14 WIB
pesawat-condor.gif
Pesawat milik maskapai Condor (AFP PHOTO)

BATAMTODAY.COM, Jerman - Pilot yang bekerja di maskapai Condor, Jerman, dituduh telah merekam dan memotret secara diam-diam, aktivitas seks yang dilakukan pramugari, baik di dalam maupun di luar pesawat.

Video dan foto tersebut lalu diedarkan di antara para pilot. Demikian dilaporkan laman Focus Online yang dikutip situs the Local, Jumat (15/9/2017).

Kabar ini mencuat ke publik berdasarkan referensi informasi yang diterbitkan pihak maskapai.

Dalam laporannya, Focus mengutip surat resmi perusahaan yang dikeluarkan oleh Condor pada tanggal 12 Juni lalu.

Di dalam pemberitaan itu ke luar sebuah peringatan tentang ancaman hukum kriminal terkait rekaman video rahasia dan pendistribusiannya.

"Jelas, ada beberapa pilot Condor yang diam-diam mengambil foto dan cuplikan video dari rekan wanita yang melakukan aktivitas seksual," demikian bunyi surat dari surat perusahaan tersebut.

Disebutkan, para pilot kemudian mendistribusikan materi ini kepada sesama rekan kerja, tanpa sepengetahuan atau persetujuan para pramugari yang bersangkutan.

Surat tersebut memberikan peringatan keras kepada para pilot, terkait masa depan pekerjaan mereka dan juga ancaman hukuman pidana.

Ada disebutkan mengenai ancaman hukuman penjara dua tahun bagi mereka yang terkait dengan kasus ini.

Menanggapi laporan tersebut, Condor mengatakan, pihaknya mengikuti semua kecurigaan awal secara ketat.

Mereka juga mengatakan, sejauh ini mereka tidak memiliki bukti atau pernyataan sehubungan dengan rumor yang disebutkan di atas, yang akan menjadi titik awal penuntutan.

Karyawan Condor diberitahu secara jelas tentang konsekuensi hukum oleh perusahaan, dengan menggunakan surat resmi yang diedarkan bagi semua orang.

Focus menyebutkan, para pilot tahu betul tentang tindakan mereka.

Para pilot juga tahu bahwa pramugari yang terlibat takut melapor ke polisi, atau pun manajemen, karena mereka tidak menginginkan kasus ini terungkap ke publik.

Sumber: Focus Online
Editor: Udin


BNN-KEPRI