Motor di Batuaji Ditebus dengan Uang Palsu
Oleh : Yosri Nofriadi
Sabtu | 16-09-2017 | 16:50 WIB
laporkan-upal-ke-polsek-batuaji.gif
Kristian Irfan Nanga yang melaporkan uang palsu (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Nasib sial dialami Kristian Irfan Nanga, warga Ruli Cunting, RT 04/ RW 01, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Pria 24 tahun itu harus harus merelakan sepeda motor yang ditebus oleh seorang dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp50 ribu senilai Rp1,4 juta.

Saat melapor di Polsek Batuaji, Irfan mengaku, kejadian itu berawal pada Selasa (12/9/2017 malam. Saat itu dia dihubungi seorang wanita yang diketahui bernama Dewita. Dewita menyebutkan kalau ada saudaranya ingin menebus satu unit sepeda motor Honda Mega Pro yang pernah digadaikan kepada Irfan.

"Katanya dia abangnya sudah menunggu di depan PT SPI Tanjunguncang. Jadi saya jumpa sama abangnya itu, lalu saya bawa ke rumah," ujarnya Sabtu (16/9/2017).

Malam itu, pria yang identitasnya belum diketahui tersebut menyerahkan seikat uang pecahan Rp50 ribu dengan total Rp1,4 juta kepada Irfan, agar motor itu bisa diambil."Setelah uangnya saya terima, motornya saya kasih," ujarnya lagi.

Irfan baru mengetahui uang itu palsu pada pagi harinya, setelah diperhatikan dengan seksama warna kertas uang itu pudar. Apalagi, setelah diterawang tidak terlihat hologram resmi rupiah.

"Setelah diraba, uang palsu ini juga lebih halus dari uang yang asli. Tidak ada hologram, setelah diperiksa. Warna kertasnya luntur juga," ujarnya dengan kesal.

Pada awalnya dia tidak menyadari jika uang tersebut palsu. Namun, setelah ingin membelikan sesuatu di sebuah mini martket Tanjunguncang, uangnya ditolak, baru kemudian dia sadar telah tertipu. "Pedagang mini market itu menolak uang saya, karena katanya palsu.

Kapolsek Batuaji, Kompol Sujoko membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, Sujoko belum mau menjelaskan lebih detil terkait kasus ini. "Kita masih lidik. Nanti kalau ada perkembangan akan kita beritahu," ujarnya.

Sujoko mengimbau, warga agar segera melaporkan langsung jika mengetahui keberdaan uang palsu ini. Warga juga harus berhati-hati, tentunya saat bertransaksi apa saja.

"Uang palsunya sudah kami terima. Warga harus hati-hati saat melakukan transaksi uang. Jika warga mengatahui ada peredaran uang palsu, segara dilaporkan kepada pihak yang berwenang," ujarnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI