Berisi Amalan-amalan

Kantor Arsip Tanjungpinang Menyimpan Buku Primbon Melayu Kuno
Oleh : Ismail
Sabtu | 16-09-2017 | 13:26 WIB
Primbon-Melayu-Kuno1.gif
Buku Melayu Kuno di Kantor Arsip Tanjungpinang. (Foto: Ismail)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Tidak banyak yang mengetahui, ternyata Kantor Arsip Tanjungpinang memiliki buku primbon atau semacam perhitungan yang biasanya membicarakan tentang watak manusia dan hewan berdasarkan ciri fisik.

Perhitungan mengenai tempat tinggal (mirip seperti ilmu feng sui), baik-buruknya waktu kegiatan seperti upacara perkawinan, pindah rumah, acara adat, dan lainnya.

Jauh sebelumnya, Suku Melayu di Kepri juga mengenal pedoman semacam buku primbon. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan, tersimpannya sebuah buku di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang.

Disana, tersimpan sebuah Buku Primbon Melayu yang berisi hal-hal yang sama dibahas di buku primbon jawa. Anehnya, buku primbon melayu tersebut tulisan arab melayu serta ayat-ayat dalam Al-quran. Bahkan, ada gambar yang ditulis tangan seakan menerangkan suatu hal.

Kepala Bidang Kearsipan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah kota Tanjungpinang, Syamsudin mengungkapkan, tidak diketahui secara pasti kapan dan dimana Buku Primbon Melayu tersebut ditulis dan ditemukan. Pasalnya, Buku setebal 64 halaman tersebut tidak tertulis tahun pembuatannya. Bahkan, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Buku Primbon Melayu itu disimpan di kantor Arsip Tanjungpinang.

"Yang pasti saat saya baru pertama kali masuk, Buku Primbon ini sudah ada," katanya, Sabtu (16/9/2017).

Ia menambahkan, saat ini dirinya dan staf kantornya belum bisa mengartikan keseluruhan isi Buku Primbon Melayu tersebut. Karena, menurutnya, tulisan Arab Melayu yang digunakan pada buku tersebut masih sangat kental. Bahkan, gambar-gambar yang ada di Buku tersebut juga memiliki arti penjelasan tertentu.

Namun, jika sekilas dibuka dan berusaha diartikan, dirinya menarik kesimpulan, buku tersebut berisi tentang pedoman serta amalan-amalan tertentu bagi suku Melayu mulai dari bangun tidur hingga tertidur kembali. Bahkan, dalam buku tersebut juga ditemui sejumlah amalan bacaan mirip zikir yang bisa diamalkan.

"Tapi, tidak bisa kita amalkan sembarangan. Butuh ahli untuk mengartikan Buku Primbon Melayu itu," terang Syamsudin.

Untuk diketahui, Buku Primbon Melayu yang tersimpan di Kantor Arsip Daerah Tanjungpinang ini hanya berupa salinannya saja. Tidak diketahui secara pasti dimana letak buku Primbon aslinya.

"Kami hanya menyimpan salinan hasil reproduksinya saja. Tidak diketahui pasti dimana letak aslinya," tutupnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI