Kalah Penalti, Timnas U-18 Kandas!
Oleh : Redaksi
Sabtu | 16-09-2017 | 08:12 WIB
timnas_kalah.jpg
Partai semi-final ini harus diselesaikan dengan adu penalti dengan kondisi timnas Indonesia bermain dengan 10 orang tersisa. (Foto: Goal.com)

BATAMTODAY.COM, Myanmar - Ketidakberuntungan harus diterima timnas Indonesia yang gagal ke final Piala AFF U-18 2017, setelah ditumbangkan oleh Thailand lewat drama adu penalti di Stadion Thuwunna, Jumat (15/9/2017) petang WIB.

 

Kedua tim bermain imbang sama kuat tanpa gol hingga waktu normal selesai. Timnas Indonesia yang bermain dengan sepuluh orang tersisa sejak babak kedua dimulai memiliki banyak serangan yang kandas.

Partai ini harus ditentukan dengan adu penalti dan skor 3-2 untuk Thailand menjadi akhir untuk Indonesia. Muhammad Iqbal, Nurhidayat Haris Haji dan Rifad Marasabessy menjadi tiga penendang Garuda Nusantara yang gagal.

Babak Pertama

Timnas Indonesia dibikin kesulitan oleh Thailand pada awal-awal pertandingan, namun Rafli Mursalim sempat mendapatkan peluang ketika dirinya lolos dari perangkat offside. Tapi bola masih bisa dihalau kiper Thailand.

Witan Sulaeman menebar ancaman pada menit ketujuh, ia pun sudah berhadapan dengan Kantaphat Manpati kiper Thailand namun tendangannya masih melenceng. Sundulan Kritsada Kaman mengancam gawang Indonesia, juga melenceng.

Suhu yang tinggi nampak cukup menguras tenaga kedua tim, baik Indonesia mau pun Thailand tampil all-out di paruh pertama ini. Serangan Thailand rutin dilancarkan dari sisi kanan melalui Nakin Wisetchat, sementara Indonesia lewat umpan direct.

Menit 19' dan 20' anak-anak Indonesia menekan Thailand, pertama lewat penetrasi Egy Maulana Vikri yang tendangannya hanya membuahkan sepak pojok. Kemudian, sambutan kepala Feby Eka Putra dari tendangan penjuru yang melenting.

Serangan balik Indonesia pada menit ke-26 benar-benar menciptakan peluang emas. Berawal dari diredamnya tendangan penjuru Thailand, bola pun diluncurkan kepada Egy yang kemudian berlari hingga one by one dengan kiper. Tapi sayang, tendangan Egy diblok!

Indonesia kerap memberikan serangan yang benar-benar berbahaya, tapi berulang kali peluang itu tak bisa dimaksimalkan. Menit 37' Panyawat Nisangram menembak bola dengan keras, untung posisi Aqil Savik tepat dan bisa mengamankan bola.

Ketegangan terjadi di pinggir lapangan pada pengujung paruh pertama ketika Saddil Ramdani yang masuk menggantikan Feby menyikut Wudtichai Kumkeam. Saddil yang belum semenit bermain langsung dikartu merah. 0-0 paruh pertama berakhir.

Babak Kedua

Dengan sepuluh pemain tersisa sejak Saddil Ramdani dikartu merah pada ujung paruh pertama, jelas kondisi untuk timnas Indonesia takkan mudah di babak kedua. Namun, tak ada pilihan untuk pelatih Indra Sjafri bertahan jika ingin melangkah ke final.

Serangan demi serangan pun tetap dilancarkan anak-anak Garuda Nusantara kendati dalam kondisi kalah soal jumlah pemain dari Thailand. Peluang pun bisa diciptakan ketika Rifad Marasabessy dijatuhkan di kotak penalti, namun dianggap diving.

Pertahanan Indonesia cukup solid mengamankan tekanan demi tekanan yang diberikan oleh Thailand, Nurhidayat Haji dan Rachmat Irianto saling berganti membuang bola untuk kemudian diteruskan menjadi serangan balik. Hingga satu jam, gol belum tercipta.

Aksi brilian Egy Maulana Vikri terus menghiasi babak kedua, tapi lagi dan lagi kiper Thailand dalam kondisi bagus meredam tiap peluang dari Egy. Hanis Saghara yang dimainkan pun sempat mengancam, tapi tak berbuah gol. Hingga waktu normal selesai, kedua tim masih sama kuat hingga adu penalti harus dilakukan.

Adu Penalti

Egy Maulana Vikri menjadi eksekutor pertama timnas Indonesia, dengan mantap pemain asal Medan itu pun bisa menyelesaikan tugasnya menjadi gol. Penendang pertama Thailand Kritsada Kaman gagal menceploskan bola ke gawang, tendangannya datar dan melenceng.

Sayangnya penendang kedua Indonesia gagal menambah gol, Iqbal tendangannya terlalu lemah dan mengarah ke tengah. Thailand pun menyamakan skor setelah penendang kedua mereka bernomor punggung tujuh tak bisa dibendung oleh Aqil Savik.

Penendang ketiga Indonesia dan Thailand sama-sama memaksimalkan eksekusi penalti menjadi gol. Petaka hadir ketika Nurhidayat Haji sebagai penendang keempat indonesia gagal dan Panyawat Nisangram berhasil, membuat skor menjadi 3-2.

Indonesia akhirnya gagal melangkah ke final, Rifad Marasabessy sebagai penendang kelima Indonesia tendangannya bisa diredam oleh Kantaphat Manpati. Thailand pun melaju ke final dengan skor 3-2, hasil babak adu penalti.

Susunan Pemain

Indonesia: Aqil Savik; Rifad Marasabessy, Rachmat Irianto, Nurhidayat Haji, Firza Andika; Lutfi Kamal; Witan Sulaeman, Syahrin Abimanyu, Feby Eka Putra; Egy Maulana Vikri; Rafli Mursalim.

Thailand: Kantaphat Manpati; Nakin Wisetchat, Kritsada Kaman, Jaturapat Sattham, Wudtichai Kumkeam; Teerapat Laohabut; Panyawat Nisangram, Suriya Chaisuk, Chokanan Saima-In, Naravit Kaosantia; Yuthapichai Lertlum.

Sumber: Goal.com
Editor: Dardani


BNN-KEPRI