Karyawan Toko Monza Tanjungpinang Ditikam OTK
Oleh : Roland Hasudungan Aritonang
Jum\'at | 15-09-2017 | 19:26 WIB
tikang.gif
Ilustrasi pelaku penikaman (Sumber foto: Pojok Satu)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Abuzar, seorang karyawan pakaian toko Monza ditikam orang tak dikenal (OTK) ?di dalam toko tersebut, di Jalan DI Panjaitan KM 9 Kota Tanjungpinang, Kamis (14/9/2017) sore.

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syamsurizal, mengungkapkan bahwa kejadian berawal pada saat pelaku yang belum diketahui keberadaannya dan identitasnya ini, masuk ke dalam toko pakaian untuk memilih-milih pakaian yang akan dibeli. Setelah selesai memilih pakaian, pelaku ini membayar ke kasir, namun tiba-tiba pelaku menikam korban.

"Korban ditikam pada bagian kepala dan tengkuk leher (leher belakang-red)," ujar Syamsurizal.

Melihat kejadian itu, pemilik toko langsung menghubungi Polsek Tanjungpinang Timur dan korban yang  dalam keadaan bercucuran darah, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ahmad Thabib Tanjungpinang untuk dilakukan pertolongan kepada korban.

"Korban pada saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diobati luka tikam tersebut, tetapi korban pada saat itu dalam keadaan sadar," ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter terhadap korban, diketahui pada bagian kepala atas, terdapat luka robek sepanjang 8 cm dan pada bagian tengkuk leher sepanjang 1,5 cm.

"Dengan jahitan di kepala sebanyak 8 jahitan, saat ini korban diketahui sudah berada di rumah dan tidak lagi dirawat di rumah sakit," ucapnya.

Terkait kejadian ini, Polsek Tanjungpinang Timur masih melakukan penyelidikan, terkait siapa pelaku yang melakukan penikaman. Karena pada saat penikaman, pelaku diketahui langsung melarikan diri.

"Pelaku langsung kabur dan menurut pengakuan korban dirinya tidak mengetahui pelaku atau tidak mengenal pelaku," paparnya.

Menurutnya polisi, sampai saat ini pihak kepolisian sedikit kesulitan dalam menyelidiki kasus ini, dikarenakan kamera pengintai (CCTV) di toko pakaian tersebut tidak berfungsi atau dalam keadaan rusak.

"CCTV toko itu rusak, jadi kita sedikit kesulitan untuk menyelidiki kasus ini," pungkasnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI