Anggota DPRD Lingga Pantau Banjir yang Genangi Puluhan Hektar Kebun Pisang
Oleh : Nur Jali
Jumat | 15-09-2017 | 18:50 WIB
tinjau-banjir.gif
Anggota DPRD Lingga, Neko Wesha Pawelloy, bersama Kepala Desa Bukit Belah, Eddy Sumantri, meninjau banjir di desa itu (Foto: Nur Jali)

BATAMTODAY.COM, Singkepbarat - Anggota DPRD Lingga, Neko Wesha Pawelloy, usai salat Jum'at, memantau lokasi banjir yang menggenangi puluhan hektar perkebunan pisang dan karet di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat.

Dampaknya ratusan pohon pisang yang ditanam oleh para petani di Desa Bukit belah, yang kini menjadi satu-satu sumber perekonomian masyarakat desa sejak beberapa tahun belakangan ini, terendam air hingga satu bulan terakhir ini.

Kepala Desa Bukit Belah, Eddy Sumantri, mengatakan bahwa sebelumnya di wilayah tersebut tidak pernah terendam banjir. Namun karena alur sungai mulai dangkal dan hujan yang mengguyur beberapa hari belakangan, membuat beberapa tanaman pisang dan tanaman karet serta tanaman lainnya terendam banjir.

"Kemarin jalannya putus sudah kita timbun menggunakan dana desa, tapi air tetap tidak bisa terbendung karena anggaran kita terbatas," sebut Eddy Sumantri.

Dampak dari terendamnya puluhan pohon pisang ini dan pohon karet milik warga, dikhawatirkan akan berdampak pada rusaknya tanaman warga dan membuat gagal panen. "Kalau begini terus akan membuat pohon ini mati karena terendam air," jelasnya.

Anggota DPRD Lingga dari Fraksi Nasdem, Neko Wesha Pawelloy, mengatakan bahwa dirinya mendapat laporan dari warga, sehingga langsung turun ke lokasi untuk melihat kejadian sebenarnya.

"Beberapa waktu yang lalu, kami mendapat laporan warga, jadi hari ini kita turun dan ternyata memang sangat memprihatinkan," jelasnya.

Kondisi ini akan segera disampaikannya kepada pihak terkait, khususnya pemerintah daerah untuk segera merespon akan hal ini.

"Kita sudah sampaikan kepada pihak pemerintah untuk mencarikan solusi terhadap hal ini, karena ini menyangkut mata pencaharian masyarakat," sebutnya.

Apalagi saat ini hasil dari perkebunan pisang di Bukit Belah ini sudah mulai menampakkan hasil, dan sudah mulai dinikmati oleh masyarakat. "Saya juga akan mengupayakan mencarikan solusi antisipasi awal dulu, sambil menunggu tahun anggaran baru," jelasnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI