Naik Rp135 M, Nurdin Ajukan Nota Keuangan RAPBD-P 2007 Kepri Rp3,496 T
Oleh : Charles Sitompul
Jumat | 15-09-2017 | 17:14 WIB
sepakati-nota-keuangan1.gif
Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun menyerahkan Nota Keuangan APBD-Perubahan Kepri 2017 ke DPRD Kepri untuk dibahas dan disahkan melalui Rapat Paripurna (Foto: Charles Sitompul)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Naik Rp135 miliar dari APBD murni 2017, Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun menyampaikan Rp3.496 triliun Nota Keuangan APBD-Perubahan Kepri 2017 ke DPRD Kepri, Jumat (15/9/2017).

Penyampaian Nota Keuangan RAPBD-Perubahan itu, diserahkan Nurdin ke DPRD Kepri untuk dibahas dan disahkan melalui Rapat Paripurna.

Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, penyampaian Nota Keuangan APBD-Perubahan 2017 Provinsi Kepri itu, dilakukan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan KUA-PPAS APBD-Perubahan, sebagaimana yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Nurdin juga menyebut, besaran APBD-Perubahan 2017 Provinsi Kepri Rp3,496 triliun yang terlampir dalam Nota Keuangan RAPBD-Perubahan yang diajukan ke DPRD, sudah melalui proses pembahasan dan sudah disampaikan ke Dewan sebelumnya.

"Jika dibandingkan dengan jumlah APBD murni yang sebesar Rp3,36 triliun maka angka tersebut lebih besar 4,03 persen atau selisih sebesar Rp135 miliar," ujar Nurdin.

Nurdin mengharapkan, dengan penyerahan Nota Keuangan RAPBD-Perubahan itu, dapat segera dibahas dan disahkan DPRD untuk segera dilaksanakan dalam pelaksanaan pembangunan di Kepri.

"Jumlah yang kita ajukan ini, kita fokuskan untuk menggesa pembangunan fisik yang belum selesai," kata Nurdin.

Nurdin menambahkan, kenaikan angka APBD-Perubahan Kepri, juga dibarengi dengan kenaikan belanja sebesar Rp230 miliar dari Rp3,201 triliun pada APBD Murni menjadi Rp3,436 triliun pada APBD-Perubahan 2017.

"Dengan kenaikan angka APBD ini, pemerintah akan terus meningkatkan dan memanfaatkan penggunaan APBD dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat," kata Nurdin.

Dari besaran APBD-Perubahan, pemerintah juga mengatakan selisih pembiayaan yang sebelumnya defisit Rp9,99 miliar dari Rp159,3 miliar akan ditutupi dengan target pendapatan sebesar Rp235 miliar.

Pada kesempatan itu, Gubernur yang didampingi Sekretaris Daerah Kepri, TS Arif Fadillah dan sejumlah Kepala OPD, juga mengucapakan terima kasih kepada jajaran DPRD yang telah bekerja sama dengan baik sejauh ini, guna mewujudkan pembangunan di Kepri.

Sementara itu Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, dalam sambutannya berharap dengan peningkatan APBD tahun ini bisa lebih menggairahkan kerja jajaran Pemerintah Provinsi Kepri, terutama membangun infrastruktur yang akan berefek pada peningkatan laju pertumbuhan ekonomi.

"Secara empiris analistik politik, OPD Pemprov Kepri belum memainkan perannya. Bagaimanapun juga pengelolaan APBD dan APBN ada ditangan Pemprov. Jika OPD lamban bergerak maka akan berdampak pada target-target RPJMD," kata Jumaga.

Jumaga juga membahas lambannya pertumbuhan ekonomi Kepri yang hanya 1,52 persen di triwulan pertama. Sementara target pertumbuhan yang ditetapkan Pemprov sebesar 5,85 persen.

Editor: Udin


BNN-KEPRI