Antisipasi Inflasi, Riono Gelar Rapat Koordinasi TPID
Oleh : Habibie Khasim
Kamis | 14-09-2017 | 19:50 WIB
pedagang_pasat-tradisional-Tanjungpinang1.gif
Pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang (Foto: dok.batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi di Kota Tanjungpinang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota mengadakan rapat koordinasi TPID, di ruang rapat lantai II, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Kamis (14/9/2017).

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah sekaligus sebagai Ketua TPID Kota Tanjungppinang, Riono, diikuti Staf Ahli, Kepolisian, Bea Cukai, BPS, BI, BPS, Bulog, Akademisi serta jajaran OPD terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Dalam rapat ini, Riono mengatakan, rapat rutin tersebut membahas terkait inflasi di Kota Tanjungpinang, terutama memasuki musim utara dan bulan wisata pada Oktober mendatang.

Melalui rapat ini, menurut Riono, TPID bisa menyusun langkah-langkah dalam pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan bahan pokok di Kota Tanjungpinang.

"Kerja sama yang sudah terjalin harus segera ditindaklanjuti untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Karena jika stok sejumlah komoditas berkurang, maka inflasi akan terjadi dan harga barang naik. Hal ini tentu berdampak pada masyarakat. Untuk itu, kita harus berkerja sama mengantisipasi hal-hal tersebut. Lakukan pengecekan dan pengawasan ke sejumlah distibutor untuk memastikan persedian pangan di kota ini cukup," ujarnya.

Selain itu, Sekda juga terus mengingatkan masyarakat supaya terus menggeluti gaya bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) pun diminta untuk terus mengintruksikan setiap kelurahan untuk menanam sayuran.

"Misalnya, setiap satu kelurahan ada yang tanam tomat, cabe, kangkung dan lainnya. Ini bisa membantu pemerintah dan juga berguna untuk masyarakat," katanya.

Sementara itu, perwakilan Bulog, Sudirman, menekankan bahwa stok beras untuk wilayah Kota Tanjungpinang aman hingga Februari 2018 mendatang. Persedian beras premium di gudang Bulog saat ini sebanyak 1000 ton, stok ini cukup untuk enam bulan ke depan, kata Sudirman.

Dia pun meyakinkan masyarakat bahwa semua stok kebutuhan pokok terkendali. Karena, dalam waktu dekat ini akan masuk minyak goreng dan bawang putih ke gudang Bulog.

Editor: Udin


BNN-KEPRI