Terkendala Biaya Operasional, Program Bank Sampah Seilekop Bintan Mandek
Oleh : Syajarul Rusydy
Kamis | 14-09-2017 | 15:50 WIB
Bank-Sampah-Mangkrak1.gif
Lurah Sei Lekop, Muhammad Ridwan memeperlihatkan mesin bank sampah yang mangkrak. (Foto: Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Masih ingatkah Bank Sampah yang sempat dikunjungi Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) beberapa waktu lalu. Kini kondisinya memperihatinkan, program yang sempat mendapat apresiasi dari istri orang nomor satu di Bintan itu kini mandek.

Dalam kunjungannya saat itu, Deby mengatakan bahwa sistem bank sampah sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Karena pengelolaan sampah kering secara kolektif akan mendorong masyarakat untuk berperan serta dan aktif di dalamnya.

"Sistem ini juga akan menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah," ujar Deby.

Lama tak terdengar perkembangan bank sampahitu, ternyata kini kondisinya sangat memperihatinkan. Pantauan BATAMTODAY.COM di lapangan, mesin-mesin yang ada tampak sudah rinsek, berkarat dan tidak terurus karena sudah 6 bulan tidak beroprasi.

Kenyataan itu juga dibenarkan Lurah Sei Lekop, Muhammad Ridwan saat ditemui di kantornya, Kelurahan Sei Lekop, Kamis (14/9/2017).

"Banyak kendala yang kami hadapai dalam mengelola maupun dalam megoprisakan mesin bank sampah itu. Salah satunya terkendala dengan biaya oprasional," beber pria yang akrab disapa Iwan itu.

Awal mulanya, Iwan menceritakan bahwa bank sampah ini diserahkan kepada Karang Taruna Seilekop sebagai pengelola, namun sudah setahun ini Karang Taruna tidak aktif. Sehingga kembali dibuat pengurus baru.

Namun dalam pengurusan yang baru, kembali terkendalan dengan anggaran pemeliharaan dan operasional sehari hari. Sekuat apapun motivasi diberikan kepada pengelola, pada akhirnya akan mandek juga jika tidak didukung ketersediaan anggaran pengelolaan memadai.

"Kita terbentur dengan biaya. Untuk sekali pengoperasian bank sampah banyak hal harus disediakan. Beli obat, beli minyak, belum lagi biaya perawatan teknis mesin pengola sampah. Mesin itu perawatnnya luar biasa, mesinnya bukan cuma satu, banyak," timpal Iwan.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI