Dibutuhkan Langkah Konkrit Dua Negara Meminimalisir Kecelakaan di Selat Singapura
Oleh : Hadli
Kamis | 14-09-2017 | 14:02 WIB
Kapolda-wawancara12.gif
Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Selat Singapura kerap terjadi kecelakaan laut. Untuk itu, dibutuhkan langkah kongkrit meminimalisir kejadian serupa pada jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.

 

"Ya, tahun lalu juga ada kejadian serupa," kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kamis (14/9/2017).

Sam menuturkan, langkah untuk melimalisir laka laut di Selat Singapura atas kondisi 'black spot' di perairan tersebut, perlu adanya langkah dari kedua negara yakni Indonesia dan Singapura.

"Antar negara yang bisa menyelesaikannya melalui kementerian terkait," ujarnya.

Sam menyampaikan, Polda Kepri mengerahkan dua kapal Polair untuk mencari para korban. Dari informasi terakhir didapatnya, tiga orang sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. "Masih dua lagi belum ketemu," ujarnya.

Ia memperkirakan dua orang yang belum ketemu tersebut akan ditemukan sekitar tiga hari lagi. Dan kemungkinan berada di perairan Singapura.

"Biasanya gitu, saat ini arusnya dari selatan ke utara. Jadi paling di sana (Singapura) walau begitu kami akan berusaha mencari di sekitar perairan Batam dan Bintan," ucapnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI