Pemadaman Bergilir PLN Bisa Hemat 80 Megawatt per Hari
Oleh : Irwan Hirzal
Kamis | 14-09-2017 | 08:38 WIB
BrightBatam_konpers1.jpg
Rudi Antono , Pelaksana Harian (Plh) Bright PLN Batam saat memberikan keterangan pers mengenai pemadaman bergilir di Kedai Lim Kopi Batam Center (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Batam sejak 4 September 2017 lalu, untuk menekan biaya oprasional Bright PLN Batam.

Sudah 10 hari berjalan pemadaman bergilir, PLN Batam bisa menghemat listrik sebanyak 80 Megawatt (MW) dalam satu hari. Hal ini dikatakan Rudi Antono Seketaris Pelaksana Harian (Plh) Bright PLN Batam, Rabu (13/09/2017).

"Tentu ada penghematan, dalam 1 hari sebanyak 80 MW, tapi ada yang berbeda-beda," kata Rudi kepada BATAMTODAY.COM.

Meskipun demikian, ia tidak bisa menyebutkan berapa keuntungan dari sisi rupiah dalam pemadaman listrik bergilir tersebut. Karena harga jaual atau biaya pembayaran masyarakat sebesar Rp1.350 per kilowatt hour (kWh). Sementara biaya pokok produksi (BPP) listrik per kWh sebesar Rp1.448.

"Kami tidak bisa menyebutkan berapa nilai rupiahnya. Kami tidak menghitung sampai disitu," katanya.

Disamping itu kata Rudi dalam pemadaman bergilir, guna mengatur pola oprasi PLN Batam. Namun demikian komitmen pihaknya kedepan untuk menilimalisir pemadaman bergilir tersebut.

Baca: Bright PLN Batam Belum Punya Solusi Atasi Pemadaman Bergilir

"Kami mencoba menilimalisir pemadaman listrik. Biasa 3 sampai 4 jam, mudah-mudahan berkurang menjadi 1-2 jam," tegasnya.

Ia juga tidak memungkiri, pemadaman listrik terkait permasalahan kebijakan Peraturan Gubernur (Pilgub) Kepri nomor 21 Tahun 2017. Dimana kenaikan tarif listrik dilakukan dalam dua tahap sesuai dengan rekomendasi dan petunjuk teknis.

Namun penjelasan dari Pelgub tidak berjalan maksimal. Karena kenaikan tahap kedua yang seharusnya diterapkan pada Agustus, tidak berjalan sesuai Pilgub.

"Seharusnya pada Agustus ada kenaikan tarif listrik tahap kedua, tapi itu tidak berjalan. Jadi sangat menggagu PLN Batam," pungkasnya.

Editor: Dardani


BNN-KEPRI