Polsek Sagulung Koordinasi dengan Polda Sumsel Ungkap Penipuan Lowongan Kerja
Oleh : Yosri Nofriadi
Rabu | 13-09-2017 | 16:14 WIB
Korban_penipuanKerja.gif
Para korban penipuan lowongan kerja masih bertahan di Polsek Sagulung (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sebanyak 27 orang warga Palembang, Sumatera Selatan yang menjadi korban penipuan lowongan kerja masih bertahan di Polsek Sagulung. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka untuk mengetahui siapa pelaku penipuan itu.

 

Saat berada di Polsek Sagulung, mereka mengaku sangat tertekan selama berada di Batam, selain kerja tak digaji jatah mereka makan juga dibatasi hanya dua kali sehari.

"Saya benar-benar menyesal pergi kesini. Gaji yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan, makan pun dibatasi hanya sarapan dan makan malam. Siang beli sendiri karena disuruh kerja keliling," ujar Devi seorang korban, Rabu (13/9/2017)

Devi menceritakan, keberadaan mereka di Batam karena tergiur dengan lowongan kerja yang dibuka CV Rosari Abadi Sejahtera salah satu perusahaan yang ada di Palembang. Perusahaan itu berjanji kepada mereka dengan gaji sebesar Rp 3 juta. Namun perusahaan itu tak menjelaskan apa pekerjaannya.

"Mereka tak jelaskan. Mereka cuma bilang sebagai sales alat kesehatan. Kalau tekun bekerja karir akan menanjak bisa menjadi supervisor," ujar Devi lagi.

Selama di Batam para korban yang dikordinator oleh seorang pria yang kini sudah diamankan di Polsek Sagulung. Mereka ditekan untuk berkeliling Batam untuk menjual alat-alat kesehatan. Selama sebulan mereka tertekan karena waktu dan jadwal makan mereka dibatasi.

Mereka yang merasa dipercaya, para korban mengadu kepada keluarga mereka yang ada di Palembang pihak keluarga mereka langsung melaporkan kepada pihak kepolisian Palembang (Polda Sumsel) dan diteruskan ke Polsek Sagulung.
"Laporan sebenarnya ada di Palembang, disini cuma mengamankan saja," ujar Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto, Rabu (13/9/2017).

Untuk menindak lanjuti laporan tersebut Pihak kepolisian Polsek Sagulung berencana akan menyerahkan para korban dan seorang pria yang diduga sebagai tersangka penipuan lowongan kerja kepada pihak kepolisian.

"Dari 27 orang ini, sementara baru 20 orang yang menjadi korban. 7 orang lagi masih didalami peranya. Para korban akan dijemput keluarganya. Dan kasus ini akan dilimpahkan ke kepolisian Palembang," ujar Hendrianto.

Editor: Surya


BNN-KEPRI