Antisipasi Keterbatasan Biaya Operasional

Bright PLN Batam Belum Punya Solusi Atasi Pemadaman Bergilir
Oleh : Irwan Hirzal
Rabu | 13-09-2017 | 15:26 WIB
BrightBatam_konpers.jpg
Rudi Antono , Pelaksana Harian (Plh) Bright PLN Batam saat memberikan keterangan pers mengenai pemadaman bergilir di Kedai Lim Kopi Batam Center (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemadaman bergilir yang terjadi di Kota Batam sejak 4 September 2017 lalu, sangat berimbas besar kepada masyarakat. Bright PLN Batam mengaku meminta maaf atas apa yang terjadi saat ini.

Pemadaman bergilir yang terjadi saat ini, kata Pelaksana Harian (Plh) Humas Bright PLN Batam Rudi Antono, merupakan pilihan yang sulit dan terpaksa dilakukan, guna mengantisipasi keterbatasan biaya oprasional PLN Batam.

"Kami meminta maaf atas pemadaman bergilir di tengah-tengah masyarakat. Karena kami juga tidak nyaman melihat pelanggan PLN seluruh Batam," ujar Rudi Antono di kedai Lim Kopi, Batam Center, Rabu (13/09/2017).

Ia mengaku pemadaman bergilir akibat keterbatasan biaya oprasional, sehingga melakukan pemadaman bergilir krena memang tidak punya pilihan lain.

Di satu sisi pelayanan ke masyarakat harus diutamakan, tapi di sisi lain oprasional PLN harus tetap dijalankan. Saat ini defisit biaya pokok penyediaan listrik. Dengan harga jual yang dibayar pelanggan apabila tetap dijalankan akan membuat PLN tidak mempu secara oprasional berjalan normal.

"Jadi dilakukan pemadaman bergilir di lokasi tertentu. Sekarang pemadamam sudah menyeluruh, durasinya 2-3 jam, sejak pukul 10.00 sampai 22.00 Wib," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan kondisi seperti ini PLN berharap kondisi yang terjadi menjadi perhatian semua pihak, termaksut pemerintah. Agar bersama-sama mencari solusi yang bijak dalam permasalahan yang ada.

"Kami juga tidak nyaman melihat pelangan seluruh Batam mengalami dalam dalam pemadaman bergilir. Kami juga merasakan pemadaman bergilir ini," ungkapnya.

Meskipun demikian, kata Rudi, pemadaman bergilir ini akan terus terjadi ditengah masyarakat sebelum permasalahan tersebut bisa terselesaikan.

"Kami belum tentukan waktunya, sampai kapan pemadaman ini berlangsung. Ini harus cepat mencari solusianya. Kami juga sudah berkordinasi dengan stekholder," pungkasnya.

Editor: Surya


BNN-KEPRI