Pembentukan Karakter Dalam Full Day School
Oleh : Redaksi
Selasa | 12-09-2017 | 09:02 WIB
full_day_school.jpg
Ilustrasi full day school. (Foto: Ist)

Oleh Ron Budi

AKHIR-AKHIR ini, masyarakat diresahkan oleh banyaknya kasus tawuran yang dilakukan oleh para pelajar. Tidak jarang tawuran tersebut terjadi pada jam sekolah dan disebabkan oleh hal-hal yang sepele hingga menyebabkan korban jiwa. Hal ini harus segera diatasi dengan membentuk dan memperbaiki karakter generasi muda sejak dini.

 

Memperbaiki dan membentuk karakter seseorang bukanlah hal yang mudah, perlu peran penting dari berbagai pihak untuk mewujudkannya. Pembentukan karakter tidak lepas dari yang namanya pendidikan.

Pembentukan karakter generasi muda dapat dimulai dari lingkungan keluarganya sebagai pendidikan informal dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, lingkungan sekolah sebagai pendidikan formal juga berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini.

Perlu kita sadari bahwa kualitas pendidikan anak bangsa hingga saat ini masih belum memuaskan apabila dibandingkan dengan kualitas pendidikan para pelajar di negara-negara maju.

Itulah yang menyebabkan Mendikbud berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan cara membentuk karakter para pelajar melalui pemberlakuan belajar selama 40 jam dalam 5 hari di sekolah (Full Day School). Pemberlakuan Full Day School tersebut diyakini akan meminimalisir krisis moral atau akhlak dari anak bangsa.

Full Day School bukan berarti para siswa harus belajar selama sehari penuh disekolah. Kebijakan ini adalah untuk memastikan agar setelah belajar setengah hari, para siswa tidak langsung pulang kerumah, tetapi dapat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang menyenangkan dan membentuk karakter, kepribadian siswa, serta mengembangkan potensi mereka. Dengan demikian, para pelajar tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang negatif, seperti tawuran.

Untuk itu, mari kita bekerjasama mensukseskan program Full Day School agar harapannya dapat memberikan dampak yang signifikan bagi karakter anak bangsa dan kemajuan kualitas pendidikan di Indonesia. Tanpa adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, akan sulit untuk mencapai kesuksesan. *

Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada


BNN-KEPRI