Booth ATB di Ajang IWWEF 2017 Makasar 'Diserbu' Pengunjung
Oleh : Redaksi
Sabtu | 09-09-2017 | 08:00 WIB
BOOTH_ATB_di_Ajang_IWWEF_2017.jpg
Para pengunjung sedang 'menyerbu

BATAMTODAY.COM, Makassar - Hari kedua pelaksanaan Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2017 yang berlangsung di Makassar Sulawesi Selatan, terpantau kian meriah.

Sejumlah booth peserta pameran dipadati para pengunjung. Dari sekitar 80 booth yang ikut ambil bagian di ajang IWWEF ke tujuh ini, booth ATB terlihat mencuri perhatian pengunjung sejak pameran dibuka.

Selama pameran booth ATB yang menyediakan teknologi informasi SCADA yang teritegrasi secara live, di gelar diskusi terbuka yang bisa diikuti oleh pengunjung.

Begitu juga hari kedua pameran, booth ATB sudah di nanti-nanti pengunjung yang sebagian besar dari sejumlah PDAM di Indonesia.

"Kepada para pengunjung yang ingin mendapatkan informasi seputar SCADA yang telah di aplikasikan ATB bisa mampir ke booth ATB. Hari kedua ini akan kita mulai forum diskusi terbuka yang membahas penerapan sistem scada di ATB, untuk menekan kebocoran dan memudahkan mengontrol sistem operational di ATB," ujar Jamaluddin Manager IT & System ATB, Kamis (7/9/2017).

Begitu dimulai forum diskusi, sejumlah pengunjung langsung memenuhi tempat duduk yang telah di siapkan. Tidak sedikit pengunjung rela berdiri memperhatikan informasi-informasi yang di sampaikan.

Sebagian dari pengunjung ada yang ingin mendapatkan informasi scada secara keseluruhan.

Manager NRW ATB Sadma Lastyanta menjadi pembicara forum diskusi terbuka hari kedua. Sadma didampingi perwakilan vendor atau mitra ATB khususnya peralatan dilapangan yang telah di gunakan ATB menjadi narasumber.

Dalam forum tersebut Sadma menjelaskan secara umum kondisi pulau Batam dan ketersediaan air baku yang ada. Batam cukup berbeda dari daerah lain yang tidak memiliki sumber air baku. Air baku hanya mengandalkan curah hujan yang di tampung di dalam dam.

"Batam tidak memiliki sumber air baku seperti sungai, mata air ataupun danau, sumber air baku hanya mengandalkan curah hujan yang di tampung dalam dam. Batam memiliki lima dam dengan enam Instalasi Pengolaha Air (IPA) utama," jelas Sadma di depan pengunjung

Forum diskusi ini dilanjutkan dengan pembahasan teknologi scada yang di aplikasikan ATB. Scada yang terintegrasi antara produksi, distriusi, NRW dengan Geographic Information System (GIS). Untuk memantau, mengontrol, maupun melakukan otomasi peralatan operasional, baik dalam pengelolaan maupun distribusi air kepada pelanggan.

"SCADA tentunya berperan dalam menurunkan tingkat kebocoran air. Dengan pemanfaatan Scada, kami dapat memonitor dan mengontrol operasional melalui sistem, sehingga dapat lebih efisien baik dari segi biaya maupun energi," lanjut Sadma.

Sementara integrasi GIS dengan scada membantu tim ATB menyajikan pemetaan jaringan, titik-titik lokasi logger, mengetahui aset-aset yang sudah ada sehingga memudahkan dalam memonitor proses dan analisa lokasi dalam SCADA.

Dalam forum diskusi ini, sejumlah pelanggan cukup antusias mengetahui lebih banyak penerapan Scada di dunia industri air minum. Dari mereka saling berbagi informasi dengan kondisi teknologi yang di miliki di masing-masing PDAM

"Apa yang harus kami siapkan terlebih dahulu agar scada seperti di ATB bisa juga kami terapkan di tempat kami. Karena apa yang telah di lakukan ATB cukup efektif menurunkan kebocoran, ATB sudah sangat canggih menekan kebocoran air," ujar seorang pengunjung.

ATB ikut dalam ajang pertemuan lintas PDAM ini adalah untuk berbagi informasi terkait teknologi yang telah di gunakan ATB. ATB jadi satu-satunya perusaan air terbaik yang mampu menekan angka kehilangan air (NRW) di seluruh Indonesia.

Selama mengikuti IWWEF 2017, ATB memfasilitasi PDAM-PDAM lain dengan memberikan informasi-informasi lebih dalam terkait penerapan teknologi informasi untuk menunjang operasional perusahaan. Sehingga nantinya bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Editor: Dardani


BNN-KEPRI