Sudah Terjual 80 Persen

Terobosan Awal, Apartemen Puri Khayangan Residence akan Bangun 498 Unit Hunian
Oleh : Suci Rahmadani
Rabu | 06-09-2017 | 16:27 WIB
puri-kasa-blanca.gif
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun didampingi Komisaris Utama PT Kinarya Rekayasa, DR H Soerya Respationo SH MH meninjau miniatur Apartemen Puri Khayangan Residence (Foto: Suci Rahmadani)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kota Batam sebagai pusat perekonomian Provinsi Kepulauan Riau, hingga saat ini masih menjadi tujuan investasi properti yang cukup baik di tengah kelesuan ekonomi yang melanda Batam. Sebab, sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia ke luar negeri, menjadikan Batam selalu ada peluang untuk berinvestasi.

Komisaris Utama PT Kinarya Rekayasa, DR H Soerya Respationo SH MH, memandang bahwa investasi properti masih menjadi primadona dalam investasi bisnis di Batam saat sekarang ini. Untuk itu pihaknya menghadirkan Apartemen Puri Khayangan Residence untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki apartemen bersubsidi di Kota Batam.

"Tujuannya untuk membantu masyarakat kalangan menengah ke bawah memiliki apartemen murah dan elegan," katanya, Rabu (6/9/2017).

Sementara Direktur Utama PT Kinarya Rekayasa, Ir Sulistyana MT, mengemukakan bahwa apartemen ini adalah apartemen yang dibangun oleh Tim PT Kinarya Rekayasa sebagai jawaban akan kebutuhan hunian yang terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah yang berada di wilayah Kota Batam.

"Dengan harga berkisar pada Rp10 juta per m2 menjadikan Apartemen Puri Khayangan Residence
menjadi pilihan hunian yang ekonomis bagi masyarakat Batam. Oleh karena itu, tak berlebihan jika Bank BTN menjadikan Apartemen Puri Khayangan Residence menjadi salah satu pilot project Nasional," katanya.

Projeck ini katanya lagi, bekerja sama dengan tabungan negara yakni BTN yang kemarin disampaikan oleh Direktur Utama Bank BTN, Maryono, saat kunjungan ke lokasi project beberapa waktu lalu. Baik untuk pembiayaan konstruksinya maupun kredit kepemilikannya.

Setelah dilaunching pada akhir Februari 2017 lalu, kini Apartemen Puri Khayangan Residence (APKR) memasuki tahap selanjutnya yaitu 'groundbreaking' yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2017 dan proses pembangunan selanjutnya akan memakan waktu 24 bulan.

"Harapannya, bulan September 2019, apartemen ini akan dapat melakukan serah terima hunian pertama kali. Proyek pertama ini akan dibangun 498 unit hunian," jelasnya.

Bahkan, 40 unit komersial dilengkapi dengan fasilitas ruang bersama di setiap 3 lantai, sarana pendidikan dan kesehatan, area parkir gedung 2 lantai, lift personal dan barang, sky garden, dan sky resto di roof top.

"Proses groundbreaking APKR merupakan langkah awal PT Kinarya Rekayasa membangun apartemen-apartemen di Batam, sesuai dengan tema groundbreaking kali ini 'Tapak Perdana Selaksa Cita'. Selanjutnya, akan segera diluncurkan proyek-proyek apartemen yang lain di Batam," ujarnya.

Sedangkan Direktur Pemasaran PT Kinarya Rekayasa, Rohmat Sugito, mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat Batam dan kepercayaan konsumen yang telah membeli APKR.

"Saat ini, dari 12 lantai hunian yang dijual, 404 unit telah terjual atau lebih dari 80 persen. Pada kesempatan groundbreaking ini, masyarakat diberi kesempatan yang ingin memiliki APKR dengan harga spesial dengan promo free AJB, sertifikat, BPHTB dan bonus AC 1 PK. Sebab, harga akan naik hingga 10 juta setelah proses groundbreaking," tutupnya.

Acara groundbreaking (terobosan-red) Apartemen Puri Khayangan Residenceini ini mengundang Gubernur Kepri, yang juga ikut serta mendukung acara tersebut.

Editor: Udin


BNN-KEPRI