Gas Kosong, Dewan Tanjungpinang Sayangkan Hari Libur Jadi Alasan
Oleh : Habibie Khasim
Selasa | 05-09-2017 | 19:14 WIB
Anggota-Komisi-II-DPRD-Kota-Tanjungpinang,-Pepy-Candra.gif
Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Pepy Candra (Foto: Habibie Khasim)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Masyarakat Kota Tanjungpinang sempat dibuat pusing, lantaran gas 3 Kilogram atau akrab disebut melon hilang dari pangkalan. Bahkan, kekosongan melon terjadi sebelum lebaran Idul Adha, yang membuat masyarakat harus membuat tungku api karena tak dapat jatah gas.

Terkait hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Pepy Candra sangat menyayangkan kejadian itu. Apalagi alasannya sangat sepele, yaitu bertepatan dengan hari libur.

Pepy mengatakan, harusnya hal itu tidak terjadi. Karena tersedianya gas untuk masyarakat sudah menjadi tanggung jawab pihak Pertamina dan agen sebagai penyalurnya. Kekosongan gas dianggap tidak patut, meskipun hanya sehari, karena Pertamina telah menjamin ketersediaan gas untuk masyarakat, sejak pergantian bahan bakar rumah tangga dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas.

Lebih jauh Pepy mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang. Menurut Pepy, dari hasil koordinasi tersebut didapatkan jawaban dari Disperdagin Tanjungpinang bahwa gas bukan langka, melainkan suplaynya yang terhambat, dikarenakan hari libur.

"Katanya, kekosongan gas elpiji di pedagagang bukan karena kelangkaan. Tapi suply ke agen dari Pertamina sedikit terhambat, karena hari libur kemarin," tutur Pepy saat dihubungi, Selasa (9/5/2017).

Kendati telah mulai lancar kembali, Pepy berharap, kelangkaan gas dengan alasan sepele tersebut tidak lagi terjadi. Apalagi saat lebaran di mana masyarakat sangat membutuhkan.

"Kami berharap kepada Pertamina, ke depan tidak lagi terjadi seperti ini. Mau hari libur atau pun tidak libur, gas elpiji ini tetap diantarkan. Bukan menjadi alasan sehingga gas yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat menjadi langka," tegasnya mengakhiri.

Editor: Udin


BNN-KEPRI