PHK Sepihak, Karyawan Bintan Lagoon Resort Ancam Mogok Kerja di Kawasan Wisata Lagoi
Oleh : Harjo
Rabu | 30-08-2017 | 13:50 WIB
Karyawan-Bintan-Lagoon1.gif
Pegurus DPC SPSI Reformasi Kabupaten Bintan rapat rencana mogok kerja. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Ratusan karyawan Bintan Lagoon Resort (BLR) di Kawasan Pariwisata Lagoi (KPL) mengancam mogok kerja pada Kamis (31/8/2017) besok, akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap karyawan.

Darsono, ketua DPC SPSI Reformasi Kabupaten Bintan, menyampaikan, rencana mogok kerja dilakukan setelah upaya mediasi dengan pihak perusahaan tidak pernah digubris oleh pimpinan perusahaan.

"Kita sudah layangkan surat kepada Polres Bintan, terkait pemberitahuan mogok kerja. Ini langkah terakhir, setelah pihak perusahaan tidak ada niat baik untuk menyelesaikan hak karyawan yang di PHK," ujar Darsono kepada BATAMTODAY.COM, Rabu (30/8/2017).

Dijelaskan, tiga permasalah pokok yang dituntut oleh para karyawan yakni kenaikan upah berkala yang tidak dijalankan, walaupun telah disepakati melalui perjanjian kerja bersama (PKB). Kemudian menolak PHK sepihak terhadap karyawan serta intimidasi terhadap pengurus unit kerja SPSI Reformasi Bintan Lagoon Resort.

"Sebanyak 18 orang menyampaikan laporannya kepada serikat. Rata-rata sudah bekerja berkisar lima tahun hingga belasan tahun," ungkapnya.

Menurutnya, terkait PHK tersebut, perusahaan tidak menyelesaikan hak karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dimana alasan PHK terhadap karyawan, terkesan mengada-ada.

"Salah satunya hanya karena mengupload makan telor, di PHK dengan alasan pencemaran nama baik perusahaan. Belum lagi alasan lain yang aneh dan pola arogansi manajemen perusahaan," katanya.

Ditempat terpisah, Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengatakan telah menerima surat pemberitahuan rencana mogok kerja karyawan Bintan Lagoon Resort yang digelar Kamis (31/8/2017).

"Anggota Polres Bintan, sudah mengupayakan agar ada komunikasi antara pihak karyawan dan manajemen perusahaan dengan dimediasi oleh pihak Dinas Tenaga kerja. Dengan harapan agar kondisi Bintan tetap kondusif," harap Guntur.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI