Maksimalkan Keberadaan Bank Sampah Bernilai Ekonomis
Oleh : Harjo
Rabu | 23-08-2017 | 13:02 WIB
Bank-Sampah-Bintan1.gif
Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Hj Deby Apri Sujadi dalam kunjungannya ke Unit Bank Sampah Seilekop. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sampah menjadi permasalahan yang berkesinambungan hampir di setiap daerah. Sistem bank sampah mungkin salah satu solusi tepat mengatasinya.

Saat ini di Kabupaten Bintan ada beberapa warga yang mulai mengembangkan sistem bank sampah, salah satunya adalah Ibu Yanti, Warga Jalan Nusantara KM 20, Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur.

Dirinya bersama 3 pengurus lainnya, mengurus unit BSBT Seilekop dengan jumlah anggota lebih kurang 22 orang. "Rata-rata anggota bank sampah adalah warga sekitar," ujarnya, Rabu (23/8/2017).

Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Hj Deby Apri Sujadi dalam kunjungannya ke Unit Bank Sampah Seilekop, mengatakan bahwa sistem tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pengelolaan sampah kering secara kolektif akan mendorong masyarakat untuk berperan serta dan aktif di dalamnya.

Sistem ini juga akan menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.

"Rata-rata saldo buku bank sampah Rp 7 ribu sd Rp 10 ribu per hari untuk setiap anggota, sistem ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Selain membantu ekonomi masyarakat, tentunya akan menyelamatkan lingkungan sekitar," ujarnya mengapresiasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan Aprizal Bahar mengatakan, hingga saat ini di Kabupaten Bintan tercatat lebih kurang 14 unit bank sampah yang tersebar di seluruh Kecamatan. Sedangkan untuk sampah terpilah secara keseluruhan mencapai 135 kilogram per minggu.

"Untuk mengatasi persoalan sampah, sangat membutuhkan partisipasi masyarakat, dan peranan Bank Sampah akan menumbuhkan kesadaran, sekaligus memberikan tambahan pendapatan," tutupnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI