Inspiratif, Dua Pejabat Lingga Beda Generasi Satukan Keberagaman di Singkep
Oleh : Nurjali
Senin | 21-08-2017 | 09:38 WIB
neko-555.gif
Neko Wesha (baju Hitam) bersama anak-anak Pulau Singkep dan Julita (jilbab Putih) Camat Singkep saat berada di permainan rakyat. (Foto: Nurjali)

BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Cara dua pejabat di Kabupaten Lingga ini memupuk kebersamaan dalam keberagaman pada moment HUT RI ke-72 dengan tema 'Indonesia Kerja Bersama' pantas dicontoh.

Pasca HUT RI selama empat hari berturut-turut, kedua pejabat ini seakan tak mengenal letih untuk hadir di berbagai pelosok kecamatan, desa dan pulau-pulau kecil wilayah Pulau Singkep.

Demi kebersamaan dan keberagaman dalam bingkai NKRI, hari Minggu kemarin merupakan penutup dari rangkaian peringatan HUT RI ke-72 di Pulau Singkep dan Kabupaten Lingga. Salah satu pesan bagi para pejabat yang muda maupun yang tua adalah, bagaimana memaknai Kemerdekaan ini dengan mewujudkan rasa kebersamaan dan keberagaman.

Dalam lensa liputan BATAMTODAY.COM, selama pelaksanaan HUT RI, mulai persiapan menyambut Hari Kemerdekaan kemarin, hingga hari keempat pasca Hari Kemerdekaan, wajah tak kenal lelah terlihat dari dua sosok pejabat di Kabupaten Lingga yang memiliki peran yang berbeda namun memiliki visi misi yang sama yaitu mewujudkan kebersamaan dan keberagaman untuk tujuan kesejahteraan dalam menghargai jasa para Pahlawan yang telah berjuang untuk Indonesia Merdeka.

Julita, Camat Singkep Perempuah Tangguh dari Kota Timah

Sosok pertama adalah ASN senior, seorang ibu perkasa dari Pulau Singkep adalah Camat Singkep, di usia yang tidak muda lagi seorang ibu ini membuktikan bahwa perempuan bukanlah kaum yang lemah. Wajah letih terlihat dari raut Camat Singkep ini, namun demi mengembalikan tradisi dan kejayaan Pulau Singkep yang sempat lunglai di beberapa peringatan HUT RI atau perayaan Kemerdekaan ini.

Julita, berupaya keras dengan anggaran seadanya mewujudkan berbagai kegiatan di Pulau Singkep. Meski tak setenar Tri Rismaharini, wali Kota Surabaya, nampak semangat kerja keras turun langsung ke lapangan dan membaur dengan warga membuat sosok Camat Singkep ini pantas di sebut "The Power of Woment" Kabupaten Lingga.

Siang malam tanpa kenal lelah dan tak kenal waktu tanpa pamrih, ibu camat ini membuktikan bahwa dirinya mampu mengembalikan kejayaan Pulau Singkep dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan untuk menyatukan masyarakat dalam kebersamaan dan keberagaman pada perayaan HUT RI ke- 72.

Mulai dari malam Pawai Obor, Renungan Suci di makam Pahlawan, Upacara HUT RI ke-72 penaikan dan penurunan, disambung dengan permainan rakyat di siang harinya, lanjut dengan Pawai Karnaval, malam hiburan termeriah di tahun ini di Pulau singkep, dan Jalan Santai yang cukup melelahkan namun tersirat makna mendalam di tengah himpitan ekonomi global dirinya mampu memberi pelayanan terbaik untuk menghibur warga Singkep melepas lelah memaknai Kemeriahan HUT RI ke-72.

Neko Wesha Pawelloy, DPRD Lingga Muda yang berbagi di HUT RI

Satu lagi sosok muda bersemangat yang dapat menginspirasi anak muda di Kabupaten Lingga, di tengah kesibukan sebagai anggota DPRD Kabupaten Lingga, di usia mudanya seakan tak tinggal diam untuk bersama-sama para tokoh-tokoh masyarakat yang menginspirasi dan anak-anak muda lainnya untuk berbagi bersama dengan warga masyarakat, khususnya di tempat tinggalnya sendiri.

Dengan agenda undangan yang padat sama layaknya dengan para pejabat lainnya, anak muda satu ini tidak ingin meniru gaya para pejabat lainnya. Selama HUT RI ke-72 dengan undangan yang setumpuk, dirinya menyempatkan diri untuk berbagi hadir di berbagai kegiatan perayaan HUT RI di setiap sudut Pulau singkep, Singkep, Singkep Barat dan Singkep Pesisir serta Kecamatan lainnya.

Satu yang berkesan, ketika sosok muda sederhana ini menyempatkan diri satu hari penuh bersama warga di Kampung Damnah, setajam bergemul dengan tanah dan berbaur dengan warga sekitar bukan jadi masalah besar baginya. Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu yang riang gembira mengikuti lomba permainan rakyat terlihat juga keriangan anak-anak muda dan anak kecil yang mengisi hari libur di tengah panas terik mengikuti lomba yang dipertandingkan.

Tak besar hadiah didapat bukan sebuah motor atau mobil, tetapi satu pesan yang melekat dari permainan rakyat adalah bagaiman cara kita saling menjaga toleransi, keberagaman dalam bingkai NKRI serta persatuan dan kesatuan dalam sebuah permaianan untuk mencapai kemenangan.

Di tengah kesibukan meladeni ibu-ibu dan anak-anak peserta permainan rakyat ini, BATAMTODAY menyempatkan diri untuk bertanya kepada sosok muda yang membaur ini, apa yang dirasakan ketika dapat berbaur dengan masyarakat dan warga sekitar.

"Saya dapat merasakan keceriaan, kesedihan dan apa yang mereka rasakan, dan setidaknya saya dapat berbagi bersama warga sekitar karna mereka semua adalah inspirasi untuk saya menjaga amanah besar ini sebagai wakil mereka di DPRD," sebutnya.

Itulah ulasan singkat BATAMTODAY di Kabupaten Lingga, selam perayaan HUT RI ke-72 di Pulau Singkep, banyak lagi berbagai warna-warni perayaan HUT RI di Kabupaten Lingga selama hampir satu minggu ini dalam menyaksikan keberagaman, kebersamaan dalam satu Indonesia tanpa kenal apapun Suku, Ras, Agama dan Etnis menyatu dalam Bhinneka Tunggal Ika di Bumi Bunda Tanah Melayu.

Editor: Udin


BNN-KEPRI