Tersebar Video Polisi Biarkan Korban Kecelakaan, Ini Penjelasan Kapolresta Barelang
Oleh : Romi Chandra
Jum\'at | 18-08-2017 | 14:50 WIB
kapolresta-Hengki3.gif
Kapolreta Barelang, AKBP Hengky. (Foto: Romi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kecelakaan tunggal yang terjadi di kawasan Taman Sari, Tiban, Selasa (15/8/2017) lalu, sempat menjadi sorotan negatif di tengah masyarakan, akibat sebuah video yang direkam warga dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seolah petugas Satlantas Polresta Barelang melakukan pembiaran dan tidak langsung mengambil langkah cepat menyelamatkan korban. Sayangnya, si pengunggah video tidak mengetahui secara pasti terkait kejadian itu.

Video ini sempat menjadi viral dan diberitakan beberapa media, sehingga memeberikan kesan negatif terhadap pelayanan Satlantas Polresta Barelang.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, pun menanggapi rekaman video tersebut. Hengki mengatakan kejadian sebenarnya tidaklah demikian. Video yang diposting tersebut hanya setengah, dan tidak sampai akhir.

Dijelaskan, kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang remaja bernama Andika Wahyudi (17) terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Namun pihaknya baru mendapat informasi sekitar pukul 06.00 WIB. Hanya berselang 15 menit, dua petugas Unit Lakalantas langsung tiba di TKP.

"Kami ingin meluruskan kejadian yang sebenarnya. Begitu tiba di lokasi, anggota melihat korban sudah meninggal dunia. Mereka langsung membagi tugas. Satu anggota mencari mobil bak terbuka untuk membawa jenazah korban. Sementara satu anggota lainnya mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan," jelas Hengki, Jumat (18/8/2017).

Dalam video yang menjadi viral itu, menunjukkan satu anggota polisi berdiri di dekat jenazah. Namun petugas tersebut bukan melakukan pembiaran, tapi tengah mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan, sambil menunggu rekannya mendapatkan mobil yang dimaksud.

"Namun kendaraan yang dimaksud tidak ada yang melaju di lokasi. Sehingga, petugas akhirnya menaikkan jenazah kotban ke dalam mobil patroli dan dibawa ke Rumah Sakit BP Batam," lanjutnya.

Dalam hal ini, ia juga mengajak masyarakat agar tidak hanya diam menyaksikan jika ada kejadian serupa, dan kemudian memposting hal yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

"Menangani hal ini memang tugas kami dari kepolisian, tapi diharapkan masyarakat jangan hanya diam saja menyaksikan. Jangan takut nantinya menjadi saksi. Jika melihat kejadian seupa, segera hubungi kami melalui call center 110 bebas pulsa. Petugas pasti akan langsung datang," tambah Hengki.

Ia juga menuturkan, selain video yang memberikan efek negatif itu, juga ada video lainnya yang direkam masyarakat, dan memperlihatkan bahwa jenazah korban dinaikkan ke mobil patroli.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI