Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pancasila Jangan Dijadikan Palugada untuk Memukul yang Berbeda Pandangan
Oleh : Irawan
Rabu | 16-08-2017 | 15:14 WIB
ST_MPR.gif Honda-Batam
Sidang Tahunan MPR RI

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (15/8/2017). Dalam Pidatonya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa sebagai ideologi terbuka Pancasila adalah muara dari berbagai mata air.

"Karena itu jangan sampai gunakan Pancasila sebagai palugada untuk memukul mereka yang berbeda pandangan dan barisan dalam ber-Indonesia," kata Zulkifli.

Ia menolak jika ada kelompok yang mengklaim paling Pancasila dan yang tidak. "Yang mengaku paling Pancasila dan menuduh yang lain tidak, ia harus belajar lagi sejarah Pancasila,"

Zulkifli Hasan mengingatkan jangan sampai Pancasila dicampakkan, koyak dan hanya menjadi simbol. "Pemimpin bangsa di manapun berada, saya mengimbau untuk menjaga Indonesia kita jangan sampai robek dan koyak. Jadikan Pancasila rujukan bersama," tandasnya.

Keteladanan
Pada kesempatan itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam pidatonya menyinggung kisah-kisah keteladanan bapak bangsa.

"Kisah bapak bangsa harus terus disampaikan agar sesama anak bangsa bangsa terbangun perasaan empati dan tidak menganggap diri paling benar," katanya.

Dalam pidatonya, Zulkifli Hasan menceritakan antara lain persahabatan Tokoh Masyumi M Natsir dan Tokoh Partai Katolik Indonesia IJ Kasimo.

"Pak Natsir dan Pak Kasimo berdebat dalam Sidang Konstituante tapi ketika pulang berboncengan bersama tanpa ada dendam," katanya.

Zulkifli Hasan juga menceritakan persahabatan Bung Karno dan Bung Hatta yang tetap terjaga meskipun keduanya berbeda pandangan tentang Demokrasi.

Kisah yang mengharukan lainnya kata Zulkifli Hasan, adalah kesediaan Buya Hamka menjadi Imam Shalat Jenazah Bung Karno kendati dulu pernah dipenjarakan tanpa peradilan.

"Bapak Bangsa sudah contohkan perbedaan pendapat tak membuat hubungan pribadi merenggang. Mereka adalah Pribadi yang agung dan rendah hati," katanya.

Ia mengutip nasihat Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari agar persatuan menghindarkan diri dari bahaya.

"Manusia harus bersatu, agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan, dan agar terhindar dari kehancuran dan bahaya. Ini pesan penting dari Mbah Hasyim yang harus diingat setiap generasi," katanya.

Editor: Surya