Angkut 36 WNI dan 1 WN Pakistan

KRI Cucut-866 Amankan Kapal Pengangkut TKI Ilegal dari Malaysia
Oleh : Roland Aritonang/CR-16
Senin | 14-08-2017 | 11:02 WIB
tki-00.gif
Inilah 36 TKI ilegal dan 1 WN Pakistan yang diamankan KRI Cucut-866. (Dok Dispen Lantamal IV)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kapal Perang Republik Indonesia KRI Cucut-866, yang dikomandoi Mayor Laut (P) Leonardus Deddy, berhasil mengamankan satu kapal yang membawa 37 orang TKI ilegal dari Johor Malaysia menuju Bintan, Minggu (13/8/2017) sekitar pukul 11.40 WIB.

Setelah diamankan, kapal pengangkut TKI ilegal itu disandarkan di dermaga Utara Batuampar. Para TKI yang ada di dalam kapal lansung dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim kesehatan Lanal Batam.

"Para TKI mengalami sakit kepala dan mual. Diagnosa Tim kesehatan Lanal Batam dikarenakan belum makan dan mabuk laut," demikian dikutip dari siaran pers Dispen Lantamal IV Tanjungpinang, yang diterima BATAMTODAY.COM, Senin (14/8/2017).

Puluhan TKI ilegal itu didominasi warga asal Lombok. Dari keterangan sementara para TKI berangkat dari Johor Malaysia tujuan Bintan, 33 orang berjenis kelamin Laki-laki sedangkan 4 orang berjenis kelamin perempuan.

"Selain itu dilaksanakan juga serah terima barbuk perahu kayu (Pompong) dan 37 TKI dari Komandan KRI Cucut-866 Mayor Laut (P) Leonardus Deddy kepada Kasiopslat Lanal Batam Lettu Laut (P) Agustinus, bertempat di gedung Nakula Mako Guskamlabar, dengan dasar Berita Acara Serah Terima Perahu Kayu (Pompong) No : BA/03/VIII/2017," tulis Dispen Lantamal IV.

Dari hasil diidentifikasi ke-37 orang TKI yang berhasil diamankan ditemukan 1 orang warga negara asal Pakistan. Selain itu dilaksanakan pula penyitaan seluruh alat komunikasi HP milik para TKI untuk proses hukum lebih lanjut dan menyelidiki jaringan TKI ilegal tersebut oleh penyidik Lanal Batam.

Penyerahan dari Komandan KRI Cucut-866 Mayor Laut (P) Leonardus Deddy disaksikan oleh Asintel Guskamlabar, Aslog Guskamlabar, Asops Guskamlabar, Paban Ops Guskamlabar, Dandenponal Lanal Batam, Kaurlid Lanal Batam, Timkes BK Lanal Batam dipimpin Letda Laut (K) dr. Meta, serta anggota intel dan Pomal Lanal Batam.

Sementara itu Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksma TNI R. Eko Suyatno mengatakan saat ini masih terus dilaksanakan pemeriksaan oleh Tim penyidik Lanal Batam guna mengetahui jaringan TKI Ilegal tersebut, dan bila sudah selesai ke-36 orang TKI tersebut akan diserahkan kepada BNP3TKI Batam.

"Sedangkan 1 orang warga negara asing (WNA) asal Pakistan akan diserahkan ke Imigrasi guna proses hukum selanjutnya," ujar Danlantamal.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI