DPD RI Lirik Potensi Pendanaan Bank Asia
Oleh : Irawan
Minggu | 13-08-2017 | 10:30 WIB
BKSAP_dpd.jpg
Delegasi Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI mengunjungi kantor pusat the Asian Development Bank (ADB) di Manila, Filipina (Foto: Humas DPD RI)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Anggota delegasi Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengunjungi kantor pusat the Asian Development Bank (ADB) di Manila, Filipina, Kamis 10 Agustus. Delegasi menemui mitra di senat, DPR Filipina, ADB dan Persatuan Perawat Filipina.

Delegasi BKSP dipimpin Dailami Firdaus, didampingi Parlindungan Purba (senator asal Sumatera Utara), Abu Bakar Jamalia (Jambi), Ahmad Jajuli (Lampung), I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Bali), Delis Julkarson Hehi (Sulawesi Tengah), Adrianus Garu (NTT) dan Pendeta Carles Simaremare (Papua).

Parlindungan Purba mengatakan, DPD berencana menyelenggarakan seminar nasional pembangunan daerah. Potensi pendanaan ADB sangat menarik untuk tujuan pendanaan program-program.

"Kita membutuhkan Rp5 triliun untuk infrastruktur, sedangkan yang bisa didukung APBN, APBD, dan hibah menurut informasi hanya sekitar Rp2,5 triliun. Jadi ada kebutuhan Rp2,5 triliun yang mesti melibatkan badan usaha dan swasta," kata Parlindungan melalui rilis, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Parlin, ADB lebih memahami Indonesia karena berada di wilayah Asia Tenggara, dibandingkan World Bank. "Kalau Asia Tenggara ini kan pembangunannya lebih jelas, seperti jalan, air bersih, dan sebagainya," ujarnya.

Pihak ADB yang diwakili Syurkani Ishak Kasim, menyatakan bahwa ADB memiliki mandat development financing seperti program mengatasi kemiskinan dan perlindungan sosial, tidak hanya infrastruktur seperti Asian Infrastructure Bank (AIB) dan bekerja sesuai kesepakatan negara anggota.

"Apabila daerah ingin terlibat dalam perencanaan ADB maka dapat dilakukan melalui country partnership strategies (CPS) yang akan menjadi dasar pihaknya memutuskan projek-projek yang diprioritaskan di Indonesia," papar Syurkani.

Editor: Surya


BNN-KEPRI