Tahun 2017, KKP Bangun 995 Kapal Bantuan untuk Nelayan Lokal
Oleh : Redaksi
Sabtu | 12-08-2017 | 10:06 WIB
kapal-bantuan-00.gif
Pengerjaan kapal bantuan KKP untuk nelayan lokal. (fajar.co.id)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali mengejar target pembangunan kapal perikanan bantuan pemerintah untuk nelayan. Sedikitnya, ada 995 unit kapal yang akan dibangun KKP sepanjang 2017 ini dengan total anggaran Rp361 miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja mengatakan, 995 unit kapal yang dibangun itu terdiri dari berbagai ukuran. Rencananya, sebanyak 449 unit kapal berukuran di bawah 5 Gross Ton (GT), sebanyak 384 unit dengan ukuran 5 GT.

"Paling banyak itu yang di bawah 5 GT memang," kata Sjarief di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Selain itu, kapal berbobot 10 GT pun akan dibangun sebanyak 134 unit. Sedangkan kapal berukuran 20 GT akan dibangun sebanyak 15 unit. Sementara itu, kapal 30 GT hanya akan dibangun sebanyak 6 unit.

"Kita juga buat 3 unit kapal yang akan dibangun berbobot 120 GT (multiyears). Dibangun juga 3 kapal angkut dengan pendingin (freezer) berukuran 100 GT (multiyears)," kata Sjarief.

Lebih lanjut, Sjarief mengatakan, berdasarkan pengadaannya, sebanyak 569 atelah dilakukan melalui sistem e-katalog, dan 426 unit sisanya melalui sistem lelang umum.

"Jadi ada yang sidah bisa lelang, tapi ada juga yang sudah dibangun. Target selesai akhir tahun ini," kata dia.

Untuk pendistribusian sendiri, kata dia sebanyak 988 unit di antaranya akan didistribusikan kepada 29 Provinsi, 265 koperasi, dan 130 Kabupaten/Kota.

"Kan sudah ada (kapal) yang sudah kami serahkan, dan ada yang masih dibangun," katanya.

Syarief menjelaskan, bantuan kapal perikanan ini hanya ditujukan untuk nelayan lokal agar dapat memanfaatkan stok sumber daya ikan dengan optimal dan berkelanjutan.

"Dengan bantuan kapal perikanan, outcame yang diharapkan, nelayan yang terserap 13.975, anggota RTP yang terlibat 41.925 orang, kenaikan volume produksi ikan 213.170 ton, kenaikan nilai produksi Rp 2,1 triliun, dan rata-rata pendapatan nelayan meningkat menjadi Rp 1,8 juta per bulan," katanya.

Syarief pun menegaskan, tidak seperti tahun sebelumnya, pengadaan kapal di tahun ini melibatkan nelayan langsung sebagai calon penerima kapal bantuan. Sebelum lelang dilaksanakan, nelayan dan Tim Direktorat Kapal dan Alat Penangkapan Ikan, DJPT melakukan uji coba kapal bantuan dengan beragam ukuran pada April dan Mei lalu di beberapa lokasi.

"Tujuannya agar bantuan kapal sesuai dengan kebutuhan nelayan," kata dia.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Gokli


BNN-KEPRI