Sapi Bali Jadi Primadona saat Hari Raya Kurban
Oleh : Habibie Khasim
Jum\'at | 11-08-2017 | 19:50 WIB
Sapi-kurban-di-Tanjungpinang1.gif
Inilah salah satu sapi Bali yang jadi primadona di Tanjungpinang (Foto: Habibie Khasim)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Jelang Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut hari raya kurban yang akan diperingati pada 1 September 2017 mendatang, masyarakat Tanjungpinang, khususnya para pengurus Masjid sangat antusias untuk hunting sapi, yang akan dikurbankan nantinya.

Dari penuturan salah satu pedagang sapi di Tanjungpinang, Rudi, sejak awal bulan Agustus telah banyak pengurus Masjid ataupun masyarakat yang mencari sapi untuk kurban pada hari raya nanti. Rudi pun mengatakan, jenis sapi yang masih menjadi primadona saat ini adalah Sapi Bali.

Pemilik peternakan Wira Santi yang membuka lapak di Jalan Gatot Subroto Km 5 bawah, Tanjungpinang ini mengatakan, Sapi Bali menjadi primadona karena harganya yang murah. Pasaran di Tanjungpinang untuk Sapi Bali dijual dengan range harga dari Rp16 juta hingga Rp23 juta per ekor.

"Memang sampai sekarang ini, di mana-mana pun pedagang yang paling laku jenis Sapi Bali. Sejak awal bulan sampai sekarang, 12 ekor Sapi Bali punya saya sudah sold out," kata Rudi saat ditemui di lapaknya, Jumat (11/8/2017).

Sebenarnya, selain Sapi Bali, Rudi juga menjual jenis Sapi Metal dan Sapi Lemosin. Namun, kedua jenis sapi ini kurang laku dikarenakan harganya yang meroket. Dia mengaku, harga jenis Sapi Metal dan Lemosin ini dibanderol Rp24 juta hingga Rp35 juta per ekor.

"Meskipun sama-sama kita ambil dari Lampung, namun Sapi Bali, Sapi Metal dan Sapi Lemosin memang beda. Jenis Metal dan Lemosin lebih besar dan lebih mahal. Namun puas kita kalau beli satu ekor," kata Rudi.

Pria yang sudah turun temurun berdagang sapi kurban ini mengatakan, untuk Tanjungpinang dengan kondisi perekonomian yang terpuruk saat ini, memang Sapi Bali lah yang paling cocok.

"Cocok lah, sapinya juga tidak terlalu kecil, kita juga jamin sehat, lulus karantina. Jadi sangat cocok bagi yang mau kurban banyak," kata Rudi.

Editor: Udin


BNN-KEPRI