Pemprov Kepri Sambut Baik Pulau Bakung Dijadikan Tempat Karantina Sapi
Oleh : Ismail
Jumat | 11-08-2017 | 17:26 WIB
Pulau-Bakung-berpeluang-jadi-petenakan-sapi-di-Indonesia1.gif
Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemkab Lingga, saat meninjau Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Senayang sebagai lokasi karantina sapi (Foto: dok.batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik persetujuan Pemerintah Pusat yang akan menjadikan Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga menjadi Pulau Karantina Sapi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Provinsi Kepri, Ahmad Izhar, mengatakan bahwa dengan dijadikan Pulau Bakung sebagai tempat karantina sapi, maka secara langsung akan berdampak positif bagi Kepri, khususnya Kabupaten Lingga.

"Tentu ini sangat baik buat daerah kita. Kita dorong terus agar ini bisa terealisasi," ujarnya kepada BATAMTODAY.COM, Jum'at (11/8/2017).

Ia menjelaskan, jika rencana tersebut terealisasi, setidaknya untuk mencukupi kebutuhan daging di wilayah Kepri akan tercukupi. Tidak mengandalkan sapi masuk dari daerah lain.

Selama ini, lanjut Izhar, untuk memenuhi daging dan sapi potong, Kepri masih mengandalkan dari daerah lain. Seperti pada moment Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi dirayakan.

"Kebutuhan hewan kurban untuk tahun ini kabupaten/kota se-Kepri secara keseluruhan mencapai 6.248 ekor yang terdiri dari sapi sebanyak 2.098 ekor dan kambing sebanyak 4.150 ekor," terangnya.

Ia juga menambahkan, jika rencana menjadikan Pulau Bakung sebagai tempat karantina sapi, selain mendapatkan pemasukan dari sektor tersebut, Pemerintah Daera juga dapat memanfaatkan sektor lainnya sebagai pendapatan. Seperti, pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk dan lainnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Pusat akhirnya menyetujui Pulau Bakung  menjadi Pulau Karantina Sapi. Persetujuan tersebut juga bakal didukung dengan dianggarkannya melalui APBN-P 2017 dan APBN 2018.

"Dan secara geografis, Pulau Bakung menjadi pintu masuk impor sapi ke Indonesia. Lahan yang disiapkan kurang lebih 1.500 Ha, tetapi yang sudah disetujui Kementerian Pertanian pada APBN-P ini 200 Ha dan pada APBN 2018 akan dialokasikan lagi," kata Bupati Lingga, Alias Wello saat bertemu Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di kantornya, bilangan Ragunan, Pasar Minggu, belum lama ini.

Editor: Udin


BNN-KEPRI