Pengawasan Minim, Pantai Trikora Kerap Telan Korban Jiwa
Oleh : Syajarul Rusydy
Jumat | 11-08-2017 | 14:16 WIB
pantai-trikora1.gif
Kawasan Pantai Trikora Bintan. (Foto: Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Insiden tenggelamnya Wisatawan India Sheik Sheeth (28) bukan pertama kalinya terjadi di kawasan Pantai Trikora. Bahkan kejadian serupa kerap terjadi dan menelan korban jiwa. Namun hingga kini pihak pengelola belum melakukan tindakan antisipasi.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal mengatakan kejadian tersebut akibat kurangnya pengawasan dari pihak pengelola kawasan Pantai Trikora. Di lokasi pantai bahkan tak ada plang peringatan atau larangan.

"Disini saya lihat tak satupun pengelola pantai memasang plang larangan. Kalau kita berkunjung ke daerah lain pasti plang itu ada. Untuk memperingatkan pengunjung agar berhati hati saat main atau berenang di laut," sebut Hendriyal, Jumat (11/8/2017).

Hal ini juga diakui sang Persiden Direktur Resort Mutiara Beach, Marck. Resort yang dikelolanya itu juga tidak memasang pelang larangan atau peringat.

"Sebetulnya plang kita ada, cuma kita di sini bentuknya beda. bisa dibaca sendiri saat keliling disini, plang kita tulis begini, 'pantai ini tidak dijaga dan anda masuk laut dengan resiko sendiri, tanggung jawab sendiri, itu ditulis, kiri kanan," kata Marck.

Jawaban Mark membuat Kapolsek Gunung Kijang Hendriyal kaget. Hendrial mengatakan, isi plang demikian sangat menakutkan. Menurutnya perlu ada persamaan isi tanda warning atau plang di Trikora.

Sebab kalau tulisan plang berisi pantai ini tidak dijaga dan anda masuk laut resiko sendiri berarti mengindiskasikan resort benar-benar lepas tanggungjawab terhadap keamanan dan keselamatan tamunya. Apalagi tamu resort rata-rata warga negara asing.

"Perlu ada penyeragaman tanda warning baik pantai umum maupun resort. Apalagi resort beriorientasi profit, uang, itu nyawa manusia, jadi harus jelas tanda warningnya, benar benar diperhatikan," tungkas Hendriyal.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI