Jusuf Kalla Sebut Cegah Kelangkaan Garam Perlu Sentuhan Teknologi
Oleh : Redaksi
Jumat | 11-08-2017 | 13:02 WIB
Wapres-JK1.gif
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Elsinta)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan industri garam di Indonesia perlu sentuhan teknologi agar hasil produksinya meningkat, sehingga bisa mencegah kekurangan pasokan dari petani.

"Justru itu lahan yang berproduksi lima ton harus ditingkatkan, yaitu dengan teknologi," kata Jusuf Kalla seusai membuka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di kediaman pribadinya, jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Ketua PMI Pusat ini, dengan sentuhan teknologi maka petani garam maupun industri yang mengelola garam akan bisa meningkatkan hasil produksinya hingga dua kali lipat.

"Garam itu usaha yang menguntungkan, tetapi bukan berarti usaha ini tidak dimasukkan tambahan teknologi, tapi seharusnya ada untuk meningkatkan hasil," tambah JK.

Selain itu, kata Kalla, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Universitas telah menyanggupi untuk melakukan riset pengembangan produksi garam dengan berbasis teknologi guna peningkatan hasil produksi.

"Dengan teknologi-lah bisa dinaikkan dua sampai tiga kali lipat. Itu BPPT sudah menyanggupi bersama Universitas," paparnya.

Saat ditanyakan terkait dengan kekurangan lahan yang semakin menipis termasuk adanya sengketa lahan penghasil garam, Kalla berpendapat "Intinya kan bisa bagi hasil, pemilik lahan berapa dan yang mengelolanya dapat berapa, peningkatan kemitraan akan berjalan otomatis."

Mengenai bantuan pemerintah terkait dengan anggaran yang disediakan, duta perdamaian ini mengungkapkan, bahwa bisnis garam tidak membutuhkan anggaran besar. Usaha itu bisa dibiayai dengan modal yang tidak terlalu besar.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha


BNN-KEPRI