Agin Segar untuk Investor

Free Trade Agreement akan Diberlakukan di Kawasan FTZ Batam
Oleh : Irwan Hirzal
Jumat | 11-08-2017 | 10:50 WIB
bp-99.gif
Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Penguasahaan (BP) Batam, Gusmardi Bustami menjelaskan mengenai wacana pemberlakuan FTA di Kawasan FTZ Batam. (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Angin segar perekonomian yang mapan dan bangkit tampaknya akan dirasakan warga Batam. Pasalnya pemerintah sudah sepakat dan akan memberlakukan free trade agreements (FTA) di kawasan free trade zone (FTZ) Batam.

Tentu ini menjadi kabar gembira bagi perusahan dan investor di Batam. Saat ini Kementerian Keungan (Kemenku) tengah meracik kembali dalam melakukan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK), tentang FTZ.

"Saat ini Kementerian Keuangan (Kemenku) tengah meracik untuk melakukan revisi Peraturan Menteri Keuangan, agar ini segera diterapkan. Ini akan berdampak positif untuk perekonomian Kepri khususnya Batam," ujar Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Penguasahaan (BP) Batam, Gusmardi Bustami Kamis (10/08/2017) sore.

Dengan diberlakukanya wancana FTA, tentu akan memberikan keringan dan kemudahan perusahaan di Batam dalam memasarkan produk di Indonesia tanpa pajak. Pasalnya saat ini produk yang dipasarkan di luar Batam dikenakan PPN, PPNBM, dan PPH, ke depan maka hal tersebut akam dibebaskan.

Di mana setiap barang yang diproduksi di Batam akan bebas pajak saat dikirim ke luar FTZ Batam. Sehingga, hasil produksi dari Batam akan lebih banyak beredar di dalam negeri.

Bahkan daya tarik investasi Batam akan semakin tinggi, saat kebijakan ini direalisasikan. Karena ada pasar besar di belakang Batam menunggu kebijakan ini diterapkan.

"Sehingga nanti Batam ini akan semakin seksi dengan banyaknya kemudahan-kemudahan yang diberikan. Tentu Batam akan bergairah," ujar Gusmardi.

Ia mengaku Kemenku saat ini tengah merubah dua PMK yang berkaitan dengan FTA tersebut, diantaranya adalah PMK 147/2012 dan PMK 205/2015. Rencananya perubahan tersebut diwancanakan akan selesai akhir bulan ini. Sehingga pihaknya berharap pada September 2017 mendatang FTA bisa diberlakukan di Batam dan segera disosialisasikan kepada para pengusaha.

"Mudah-mudahan secepatnya sudah bisa diterapkan, kami masih menunggu revisi yang di lakukan Kemenku. Apapun revisi yang dilakukan, tentu kami berharap Batam semakin bergairah," pungkasnya.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI