Wisatawan Asal India Tewas Tenggelam di Resort Mutiara Beach Bintan
Oleh : Syajarul Rusydy
Kamis | 10-08-2017 | 13:38 WIB
wisatawan-india1.gif
Wisatawan asal India Divisum di RSUD Tanjunguban. (Foto: Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Shaik Sheeth (28) wisatawan asing warga negara India ini tenggelam dan meninggal dunia usai main kanyo di Resort Mutiara Beach, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (9/8/2017) sekitar pukul 17.15 WIB.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini korban masih berada di freezer Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Tanjungpinang dan akan diberangkatkan ke kampung halamannya.

"Benar, semalam memang ada terjadi peristiwa tenggelam, namun nyawa korban tidak tertolong," beber Hendriyal, saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (10/8/2817).

Ia menjelaskan, peristiwa naas tersebut berawal saat korban bersama istrinya usai bermain kanyo. Beberapa saat kemudian sepasang suami istri ini sepakat untuk balik lagi ke pantai untuk main kanyo lagi. Namun diduga karena mengalami keram kaki korban tenggelam.

Saat itu istri korban langsung melambaikan tangan minta tolong kepada dua karyawan resort. Korban berhasil diangkat ke darat.

"Kemungkinan saat jalan itu kaki korban keram, dan langsung terjatuh. Istri korban yang tepat disampingnya itu sontak kaget dan minta pertolongan dengan melambaikan tangan," tutur Hendriyal.

Setelah berhasil dibawa ke pantai, karyawan resort tersebut menelepon pihak Pukesmas. Sembari menunggu kedatangan ambulans, korban sempat mendapat pertolongan pertama dengan berusaha mengeluarka air dari mulutnya.

"Setelah ambulan datang, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kawal. Namun setiba di Puskesmas, dokter yang menangani mengatakan nyawa korban sudah tidak tertolong," sebut Hendriyal.

Pada pukul 19.10 WIB, jenazah tiba di RSUP Tanjungpinang untuk dilakukan visum. Tapi pihak keluarga atau istri korban tidak mengizinkan untuk di lakukan otopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan otopsi. Saat ini jenazah di simpan di freezer RSUP Tanjungpinang.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI