Terkait Alasan Hengkang, Manajemen PT Honeywell Indonesia Masih Bungkam
Oleh : Harjo
Selasa | 08-08-2017 | 09:50 WIB
hengkang-00.gif
PT Honeywell Indonesia di KIB Lobam. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - PT Honeywell Indonesia, yang dikabarkan hengkang dari Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam ke negara lain, belum bersedia memberikan penjelasan dan terkesan menutup diri.

Hal ini diakui oleh Surya Cahyadi, General Meneger (GM) PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) selaku pengelola KIB Lobam, kepada BATAMTODAY.COM di Serikuala Lobam, senin (7/8/2017). Menurutnya, informasi yang disampaikan oleh manajemen perusahaan yang memproduksi kotak hitam pesawat itu, memang benar akan tutup di Indonesia dan pindah ke negara lain.

"Tutupnya Honeywell memang benar dan dilakukan secara bertahap hingga 2018 mendatang, baru tutup total. Namun terkait alasannya hengkang, kita belum mendapatkan informasi lebih lanjut," terangnya.

Surya Cahyadi, menyampaikan sangat risih dengan hengkangnya perusahaan tersebut, karena jelas akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap kondisi kawasan dan secara otomatis berpengaruh pada perputaran ekonomi di Bintan, khususnya di sekitar kawasan.

Ditanya dampak dengan perusahaan, terutama PT AMC yang menjadi salah satu subkontrak produk perusahaan tersebut. Surya, menyampaikan dari hasil koordinasinya dengan manajemen AMC, tidak terlalu terpengaruh besar.

Perusahaan AMC, kata dia, tidak hanya mengerjakan produk Honeywell. Namun ada prodak lainnya, sehingga walau pun Honeywell tutup, diyakini AMC masih terus beroperasi.

Sebagaimana diketahui, PT Honeywell Indonsesia di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam resmi tutup. Sebanyak 110 karyawannya kini menjadi pengangguran.

Hal ini disampaikan oleh Hasfarizal Handra, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Bintan, Rabu (2/8/2017).

"Pihak manajemennya sudah menyampaikan langsung bahwa PT Honeywell Indonesia di Lobam akan tutup total, saat ini sedang melakukan sosialisasi persiapan penyelesaiaan hak para karyawannya," terang Hasfarizal.

Dijelaskan, tutupnya PT Honeywell Indonesia yang memproduksi kotak hitam pesawat terbang di KIB Lobam, memang sudah menjadi keputusan Honeywell pusat. Mereka menutup cabang di Indonesia dan Singapura.

"Dari data yang ada, tercatat sebanyak 110 karyawan yang masih bekerja di perusahaan tersebut. Saat ini, kita masih menunggu laporan resmi terkait penyelesaiaan hal karyawan," katanya.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI