Ini Rumus untuk Menyeduh Kopi yang Sedap
Oleh : Redaksi
Senin | 07-08-2017 | 09:49 WIB
kopi-00.gif
Ilustrasi menyeduh kopi. (Detik.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Secangkir kopi hangat yang sedap bisa menjadi obat semangat di pagi hari. Kandungan kafein yang tinggi akan membuat Anda lebih bersemangat dan juga menghindarkan kantuk.

Namun itu bisa terjadi kalau kopi yang Anda nikmati diseduh dengan sempurna. Tak perlu jadi barista andal untuk bisa meracik kopi yang enak. Pasalnya, para ahli sudah menemukan rumus tepat untuk membuat kopi yang sedap.

Kunci kenikmatan kopi ternyata terletak pada jumlah air yang dipakai untuk menyeduh kopi. Takaran air untuk kopi bubuk sangat mempengaruhi rasa kopi.

Jumlah air yang berbeda akan memberikan perbedaan rasa. Kopi bisa terasa ringan atau kuat tergantung jumlah air.

Hal ini berlaku pada cara pembuatan kopi dengan French press atau membuat kopi dengan alat penyaring. French press adalah alat penyeduh kopi yang dapat menghilangkan ampas kopi dengan menekan melalui tutupnya.

Dilansir dari Daily Mail, National Coffee Association USA (NCA USA) merumuskan "Golden Ratio" atau rasio emas untuk menyeduh kopi.

Anda cukup mencampurkan satu atau dua sendok makan kopi bubuk dengan 177 ml air (6 ons air).

Pilihan untuk menyeduh satu atau dua sendok makan kopi bubuk tergantung pada seberapa 'kuat' rasa kopi yang diinginkan. Dua sendok kopi berarti rasa minuman Anda akan terasa kuat.

Asosiasi tersebut juga merekomendasikan untuk menggunakan air pada suhu antara 85 - 96 derajat Celcius.

Artinya, Anda jangan serta merta menuangkan air mendidih pada serbuk kopi. Setelah air mendidih, diamkan beberapa saat sebelum menuangkannya ke bubuk kopi.

Jika menggunakan sistem filter atau drip filter system, seduh kopi selama lima menit. Sedangkan untuk penggunaan French press, gunakan dua hingga empat menit waktu penyeduhan.

NCA USA juga mengingatkan untuk tidak menggunakan lagi serbuk kopi yang sudah terkena air, karena yang tersisa hanyalah rasa pahit. Rasa nikmat kopi sudah hilang pada seduhan pertama.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Gokli


BNN-KEPRI