Bangun Kota Tanjungpinang Dimulai dari Pulau Penyengat
Oleh : Ismail
Selasa | 01-08-2017 | 16:26 WIB
ing-iskandarsyah-oke.gif
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah (Foto: Ismail)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kota Tanjungpinang merupakan salah satu wilayah yang menyimpan sejuta cerita dan bukti sejarah, berkembangnya Kerajaan Islam di wilayah Asia. Salah satu bukti tersebut yakni, Pulau Penyengat yang merupakan hadiah dari Sultan Mahmud Shah III kepada istrinya, Raja Hamidah, yang kemudian menjadi Pusat Pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga kala itu.

Menilik sekilas dari sejarah tersebut, tentu saja Pulau Penyengat menyimpan banyak bukti sejarah yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Daerah saat ini dalam peningkatan perekonomian Kota Tanjungpinang. Terlebih, pada bidang pariwisata religi dan sejarahnya.

Demikian dikemukakan, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (1/8/2017). Ia mengatakan, salah satu cara menumbuhkan kembangkan geliat perekonomian di Kota Tanjungpinang, bisa dimulai dari pembangunan serta pengelolaan Pulau Penyengat dengan baik.

"Pulau Penyengat perlu kita perhatikan dan prioritaskan, karena di sanalah tempat bukti sejarah kejayaan Kepri," terangnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri ini juga menjelaskan, berbagai macam bukti serta peninggalan sejarah berada di pulau seluas 2 Kilometer per segi tersebut. Seperti, masih berdirinya dengan megah Masjid Raya Sultan Riau, lalu terhamparnya sejumlah makam para Raja. Bahkan, ada 2 Pahlawan Nasional dimakamkan di sana, yakni Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji.

Presiden PKS, Sohibul Iman, dalam kunjungannya ke Kota Tanjungpinang, belum lama ini (Foto: Ismail)


Ditambah lagi, di Pulau Penyengat lah saksi terciptanya karya terbesar Raja Ali Haji yang yang menjadi pesan serta pedoman moral hidup manusia yakni Gurindam 12.

"Ini adalah modal terbesar kita. Sudah selayaknya kita prioritaskan. Dan kita dorong tidak hanya menjadikan Pulau Penyengat sebagai warisan budaya, tapi mampu mendorong bergeraknya ekonomi dan lapangan kerja dari sektor parawisata," jelas Iskandarsyah.

Oleh karena itu, dirinya berkomitmen, jika diberikan amanah dari warga Tanjungpinang, salah satu program PKS adalah mendorong agar pengelolaan Pulau Penyengat dapat ditingkatkan. Serta, menjadikan Pulau Penyengat ini sebagai salah satu ikon parawisata religi dan warisan budaya.

"Kita komitmen. Akan memulai dari sana," singkat pria yang pernah menempuh pendidikan di Negeri Kincir Angin tersebut.

Apalagi, lanjutnya, program tersebut juga sudah mendapatkan restu dan dukungan dari Presiden PKS, Sohibul Iman, dalam kunjungannya ke Kota Tanjungpinang, belum lama ini.

"Itu pun beliau (Sohibul Iman-red) telah mengintruksikan agar kader PKS maju untuk mengemban amanah membenahi Ibukota Kepri ini," tukasnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI