Terinspirasi Ustadz Yusuf Mansyur

Pengusaha Ayam Potong di Lingga Ini Sisihkan Seribu Hasil Jualan untuk Amal
Oleh : Bayu Yiyandi
Senin | 31-07-2017 | 14:26 WIB
ayam-potong111.gif
Slamet Khudwin (Kanan) saat memberikan sedikit amalnya untuk pembangunan masjid Al-Muhajirin Desa Bukit Langkap. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY. COM, Daiklingga - Terinspirasi dari bisnis paytren milik Ustadz Yusuf Mansyur, seorang pengusaha ayam potong di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Slamet Khudwin, menyisihkan uang penjualan ayam untuk kegiatan amal.

"Iya, sudah hampir setahun saya lakukan itu, dari awal usaha saya. Jadi setiap satu ekor ayam yang dibeli warga, saya sisihkan seribu rupiah untuk amal. Ini juga terinspirasi dari bisnis paytren Ustadz Yusuf Mansur untuk berbuat amal kebaikan," kata Slamet Khudwin kepada media ini, Senin (31/7/2017).

Ia mengungkapkan, kegiatan menyisihkan sedikit rezkinya itu juga mendapat dukungan penuh dari keluarga terutama istrinya sendiri.

"Sebelum saya berencana melakukan ini, saya bicara dulu sama istri. Alhamdulillah dia mendukung dan berlanjut hingga sekarang. Meskipun kadang tidak berjalan mulus, seperti omzet yang kurang, namun berkat kesungguhan dan keihklasan ini tetap kami jalankan," ungkapnya.

Kalau untuk kapan memberikan donasinya itu, Slamet mengatakan tergantung. Tapi, ia berniat menyalurkan itu ditiap bulan ramadhan dan lebaran.

"Untuk baru ini, alhamdulillal kemarin dapat terlaksana dan tersalurkan habis lebaran ini," ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Bukit Langkap Sudarmin menyambut positif apa yang dilakukan oleh warga desa nya tersebut. Terlebih lagi kegiatan bisnis yang dilakukan Khudwin untuk kepentingan bersama.

"Setiap pembelian satu ekor ayam, berarti yang beli sudah menyumbangkan Rp1000 untuk amal. Sejauh ini cash back dari pembelian ayam di sumbangkan untuk pembangunan masjid Al-Muhajirin Desa Bukit Langkap. Itu sumbangan berupa bahan material seperti batu bata," ungkapnya.

Ia berharap kedepannya donasi yang dilakukan Khudwin bisa menjangkau lebih luas, misalnya dengan membantu anak yatim serta janda tua yang ekonominya lemah.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI