Singapura Pulangkan Dua TKI Simpatisan ISIS
Oleh : Redaksi
Kamis | 06-07-2017 | 10:02 WIB
tki-011.gif
Dua orang TKI dipulangkan dari Singapura karena teradikalisasi secara online. (ANTARA FOTO/Yohanes Kurnia Irawan)

BATAMTODAY.COM, Singapura - Singapura memulangkan dua pekerja rumah tangga asal Indonesia yang diduga telah terpapar radikalisasi secara online. Salah satu TKI itu menyatakan ingin pergi ke Suriah bersama kekasihnya untuk bergabung dengan ISIS.

Menteri Dalam Negeri Singapura Desmond Lee mengatakan kepada parlemen, pemulangan keduanya ini menambah jumlah tenaga kerja Indonesia yang direpatriasi lantaran terpapar radikalisasi sejak 2015, menjadi sembilan orang.

Seluruh TKI tersebut telah dipulangkan.

"Kedua PRT asal Indonesia ini merupakan simpatisan ISIS yang diradikalisasi melalui media sosial. Salah satunya berniat pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS," kata Lee, Rabu (5/7/2017).

Meski tak satu pun dari kesembilan PRT itu berniat meluncurkan serangan teror di Singapura, Lee mengatakan "kami tidak dapat mendukung dan memaafkan ideologi radikal yang dianut warga asing maupun penduduk setempat."

Selain itu, tak ada pula rincian penjelasan dari Lee mengenai ketujuh PRT lainnya yang dipulangkan lebih awal.

Selain TKI, Singapura juga menahan sedikitnya 40 pekerja asal Bangladesh yang diduga teradikalisasi dan merencanakan serangan teror di negara itu pada 2015 dan 2016.

Enam dari 40 pekerja tersebut sedang menjalani hukuman penjara dengan tuduhan terorisme. Sementara sisanya telah dipulangkan ke negara asal.

Salah satu dari mereka yakni Rahman Mizanur, yang merupakan pemimpin kelompok tersebut, dipenjara selama lima tahun sejak 2016 lalu.

Rahman kedapatan mencoba bergabung dengan ISIS di Suriah namun tak mendapatkan visa Turki dan Aljazair, menurut dokumen pengadilan yang didapat AFP.

Dia dan sekelompok pekerja Bangladesh lainnya di Singapura pernah merencanakan menggulingkan pemerintahan negara mereka yang dipimpin oleh Sheikh Hasina.

Sejak lama, Singapura bersiaga mengenai kemungkinan negaranya menjadi target teroris, menyusul pendirian kuat negara kota itu untuk melawan terorisme dan reputasinya sebagai pusat ekonomi regional.

Singapura juga turut mendukung pasukan koalisi Amerika Serikat untuk melawan ISIS di Suriah dan Irak, dengan mengirimkan bantuan non-kombatan seperti bantuan teknis bahan bakar tempur.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Gokli


BNN-KEPRI