Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menko Luhut Minta Zero Perusahaan Sekitar Danau Toba
Oleh : Redaksi
Kamis | 22-06-2017 | 20:02 WIB
nelayan-di-danau-toba.gif Honda-Batam
Nelayan tradisional di Danau Toba yang terus mengeluh hasil tangkapannya terus menurun, Senin (Sumber foto: Kompas.com)

BATAMTODAY.COM, Medan - Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi mengatakan, kondisi Danau Toba saat ini memprihatinkan. Karena itu, belum lama ini, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, meminta perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Danau Toba ditiadakan.

Luhut menilai, perusahaan-perusahaan tersebut merusak kualitas air danau.

"Menko Maritim meminta zero perusahaan sekitar danau, tapi Pemprov Sumut berjanji akan mengurangi dan berusaha membenahinya,” ujar Erry saat menerima utusan PT Aquafarm Nusantara, Kamis (22/6/2017).

Erry menjelaskan, perusahaan sudah membantu masyarakat sekitar membangun rumah ibadah dan lainnya. Walaupun diakuinya, bantuan tersebut tidak bisa mengalahkan pentingnya masalah lingkungan.

“Bagaimana perusahaan sekitar danau tetap menjaga dan mencari cara agar limbah dari perusahaan tidak merusak kualitas air Danau Toba,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Utara, Hidayati mengatakan, selama ini perusahaan sekitar danau mengabaikan persoalan lingkungan. Bahkan limbah buangan perusahaannya merusak ekosistem danau.

Selama ini, perusahaan kurang berkomunikasi dengan pemerintah setempat termasuk Dinas Lingkungan Hidup yang menangani dan mengetahui bagaimana kondisi danau.

"Kondisi Danau Toba saat ini sangat memprihatikan, termasuk kualitas airnya. Kebanyakan dicemari oleh limbah domestik. Ayolah, perusahaan sekitar danau bersama-sama menjaga lingkungan Danau Toba,” kata Hidayati.

Direksi PT Aquafarm Nusantara I Wayan Mudana mengatakan, kedatangan mereka untuk meminta arahan Pemprov Sumatra Utara agar ke depannya perusahaan ini memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar dan Pemprov Sumut.

Wayan menjelaskan, selama ini pihaknya mendapat dukungan pemerintah sekitar Danau Toba dan Pemprov Sumut untuk menjalankan operasional produksinya.

"Kami berkomitmen mendukung program pemerintah pusat untuk menjadikan kawasan Danau Toba menjadi kawasan destinasi wisata unggulan,” ucap Wayan.

Sumber: Kompas.com
Editor: Udin