Pasar Basah Sagulung Sepi Pembeli
Oleh : Suci Rahmadani
Selasa | 20-06-2017 | 17:14 WIB
pedagang-pasar.gif
Akibat sepinya pengunjung, pedagang di pasar basah Sagulung ini sibuk meladeni lalat yang kerap mengunjungi dagangannya (Foto: Suci Rahmadani)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kondisi pasar basah di Sagulung sudah sangat sepi. Hal itu diperparah dengan kondisi perekonomin yang semakin lesu, sehingga pedagang di Pasar Sagulung ini sangat merasakan dampaknya.

Jika pada tahun lalu atau di H-7 Idul Fitri 2016, pembeli bergilir dan bergantian datang ke pasar tersebut, namun sekarang walaupun sudah H-4 Idul Fitri 2017, pembeli hanya beberapa orang saja.

salah seorang pedagang di pasar basah Sagulung, Tono, menjelaskan bahwa tahun ini sepi pembeli. Bahkan pada hari biasa (Senin sampai Jumat-red), hanya satu dan dua saja pembeli. Sedangkan di hari libur Sabtu dan Minggu, hanya meningkat sedikit di bagian cabai, bawang pitih dan perlengkapan masak lainnya.

"Tahun lalu seminggu mau lebaran, orang udah berbondong-bondong ke pasar, sekarang sepi banget, mungkin banyak yang mudik," katanya, Selasa (20/6/2017).

Sejauh ini, katanya lagi, harga cabai murah dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan seperti tahun sebelumnya. Namun begitu, tetap saja pembeli sepi. sehingga pedagang di pasar basah ini hanya menyediakan stok sedikit dari pengambilan barang di Mataran dan Jawa.

"Cabai di sana kering dan bagus jadi tidak gampang busuk dan juga bisa bertahan cukup lama," jelasnya.

Menurutnya, harga cabai merah Rp30.000,- per Kg sedangakan cabai hijau Rp22.000 per Kg. Sedangkan cabai rawit Rp28.000,- dan cabai setan Rp50.000,-. Untuk bawang putih sebesar Rp26.000 per Kg dan bawang merah Rp28.000,- per Kg.

"Pemerintah kan sudah mengedarkan surat dan dibagikan kepada setiap pedagang di pasar, hingga mematokkan harga-harga. Tidak boleh melebihinya seperti bawang tidak boleh menjual di atas harga Rp30.000,- per Kg," tuturnya.

Surat edaran itu katanya lagi, harus diikuti oleh setiap pedagang di pasar basah tersebut. Hanya saja, walaupun harga barang sudah murah, namun pembelinya sudah jarang dan pedagang pun akan merasa rugi. Sebab pendapatan berkurang dan kondisi barang akan membusuk dan akhirnya dibuang.

"Di sini kami memberikan yang segar-segar dan kondisi barangnya selalu kami sortir. Yang enggak baik, kami buang dan ganti yang bagus, seperti sayur-sayuran yang gampang busuk," ujarnya lagi.

Pedagang tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk membuat ramai pengunjung agar mendatangi pasar basah ini, serta berharap lebih pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu saja.

Editor: Udin


BNN-KEPRI