Kisah Ibu Lina, Penyortir Sayuran untuk Menyambung Hidup
Oleh : Suci Ramadhani
Selasa | 20-06-2017 | 15:03 WIB
sortir-sayur1.gif
Ibu Lina saat mengerjakan penyortiran sayur di Pasar Sagulung. (Foto: Suci)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tak ada kata gengsi dalam kamus hidup Ibu Lina, wanita paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai penyortir sayuran dan bawang di Pasar Sagulung.

 

Demi menyambung hidup dan membantu perekonomian keluarga, ia terus berjuang meski dengan upah yang relatif kecil. Setiap hari dia berjibaku menyisihkan kotoran-kotoran dari sayuran maupun bawang yang akan dijual kepada masyarakat.

Upah yang didapat sangat kecil, hanya Rp 5 ribu untuk 10 kilogram sayuran yang sudah dibersihkan. Dalam sehari itu hanya mampu menyortir 30 kilogram saja dan dia bawa pulang Rp 15 ribu.

"Dari pada di rumah enggak ada uang masuk, lebih baik kerja ini untuk tambah-tambah uang dapur dan biaya sekolah anak saya," kata Tina kepada BATAMTODAY.COM Selasa, (20/6/2017).

Ia mengungkapkan bahwa penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan tidak cukup untuk memenuhi hidup sehara-hari keluarga dan biaya sekolah. Apalagi sama-sama diketahui bahwa biaya hidup di Kota Batam sangat tinggi.
Apabila hanya mengandalkan gaji suami tidak cukup.

"Ia saya hemat-hemat agar anak-anak saya bisa makan, menyisihkan sedikit untuk keperluan lainnya, anak-anak sekolah untung gratis kalau enggak mau kemana lagi saya mencari uang," pungkasnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI